Surabaya,warnakotanews.com
Sidang perkara Eks mantam walikota Blitar Samanhudi dan 4 terdakwa lainnya diantaranya Nattan alias Mujiadi, Ali Jayadi ,Oki Suryadi dan asmuri .
kembali menjalani sidang di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya . jumat ,( 11 Agustus 2023 ).

Sayangnya ketika akan masuk keruang sidang , ketua majelis sempat menegur ke Empat Terdakwa memakai Celana Pendek , seperti tidak menghormati Sidang .

Setelah diterangkan salah satu polisi karena tahanan Di Polda tidak boleh Memakai celana panjang dan baju lengan panjang. Biar tidak disalah gunakan karena dulu pernah terjadi didalam tahanan bunuh diri dengan mengunakan celana banjang .Pada akhirnya majelis hakim menerima ke 4 terdakwa.

Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Jatim menghadirkan 7 Saksi Penangkap dari Kepolisian Polda Jatim .

Dari keterangan 7 saksi penangkap Agus Dkk menerangkan proses penangkapan 4 Residivis Perampok
Menurut saksi sigit sebelum penangkapan Kita dan tim meping data pelaku lama .dan melakukan pemetaan setelah itu mengadakan pencarian baru dilakukan anev , kemudian bagi tugas .dengan salah satu tim .

Pertama yang di tangkap yaitu natan alias Jumiadi , yang ditangkap di Bandung , dan dari pengembangan tersebut akhirnya komplotan perampokan tertangkap .

Tak hanya itu menurut saksi penangkap menerangkan bahwa di dalam Lapas Sragen Jawa Tengah, telah terjadi pembicaraan pembelian Senpi , yang harganya bervariasi ada yang 5 juta , 3 juta dll. Ujar salah satu saksi Penangkap .

Samanhudi memang pernah ditahan di Lapas Sragen bersama komplotan rampok itu. Bekas Wali Kota Blitar periode 2010-2020 tersebut selama menjalani hukuman di sana sering membicarakan dengan Mujiadi. Pernah sewaktu para narapidana
diizinkan keluar dari blok tahanan Samanhudi memanggil Mujiadi ( Natan ).Atas keterangan dari 7 saksi penangkap, ke Empat terdakwa membenarkan .

Atas pemeriksaan keterangan saksi , Kuasa hukum Viktor Sinaga SH , akan mengali lebih dalam, atas keterangan sigit ( polisi ), lantaran terdakwa Natan dipanggil Samanhudi , disitulah yang akan kita gali . Para pelaku ini ,kan bukan orang Blitar, terus ujuk ujuknya mau ke Blitar kan ngak mungkin, nanti pada saat pemeriksaan terdakwa akan kita gali lebih dalam .

Terkait dengan keterangan ke empat pelaku mendapatkan Senpi . Dari temanya Nattan yang di lapas, setelah keluar baru dia beli, ujar Viktor.

Perlu di ketahui,Seperti diketahui, peristiwa perampokan rumah dinas Wali Kota Blitar, yang saat ini ditempati Wali Kota Blitar Santoso, menggegerkan publik. Sejumlah pelaku masuk ke rumah yang berada di Jalan Sudanco Supriadi, Kota Blitar, 12 Desember 2022 dini hari, menggunakan kendaraan berpelat merah dengan melumpuhkan beberapa penjaga satuan polisi pamong praja.

Selain menyekap Santoso dan istrinya, pelaku juga menggasak perhiasan hingga uang tunai bernilai ratusan juta rupiah. Polisi pun meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Blitar yang biasa beraktivitas di rumah dinas tersebut.

Santoso merupakan Wakil Wali Kota Blitar di saat Samanhudi menjabat sebagai wali kota periode 2016-2021. Namun, di tengah masa pemerintahannya pada 2018, Samanhudi terjerat kasus korupsi pembangunan infrastruktur pendidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Samanhudi divonis lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta lantaran terbukti menerima suap Rp 1,5 miliar. Dia baru keluar secara bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan Sragen pada 10 September 2022.

Adapun Santoso yang berpasangan dengan Tjutjuk Sunario, dalam pemilihan kepala daerah tahun 2020, mengalahkan putra Samanhudi, Henry Pradipta Anwar. Dari sini kemudian berembus isu bahwa motif peristiwa perampokan itu sebagai upaya balas dendam yang bersangkutan kepada wali kota terpilih. Namun, penyidik menyebut masalah ekonomi melatarbelakangi motif pelaku..* Rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *