Dua Visum Rumah Sakit PHC Dan Polda Jatim Yang Berbeda Atas Kematian Abdul Kadir

Surabaya,warnakotanews com
Sidang Lanjutan terkait Kasus Penganiayaan seorang tahanan Abdul Kadir hingga meninggal, yang mendudukan Tiga Belas Terdakwa Bayu Aji Pangestu Dan Kawan Kawan .

Sidang kali ini Jaksa Kejati Jatim Nanik Prihamdini SH, menghadirkan Dua Dokter diantaranya dr, Ma’ Rifatulula,Sp, FM dari Polda Jatim dan Dokter dari Rumah Sakit PHC ,sayangnya yang hadir hanya saksi dokter dari Polda Jatim

Menurut saksi Ma’rifatuula menerangkan terkait visum yang menyebabkan kematian Abdul Kadir dikarenakan kematian wajar, karena luka luka yang ada di Abdul Kadir terlalu minimal untuk menyebabkan kematian . ujarnya .

sementara Menurut Endang Suprawati Dan Rony selaku kuasa hukum Terdakwa sangat kecewa dengan keterangan saksi Dokter Visum kematian Abdul Kadir dianggap kematian yang sangat fajar . padahal kematian korban akibat pemukulan pemukulan dari rekannya sendiri ,tetapi tidak ditemukan adanya penganiayaan , yang dianggap kematian wajar .
kalau memang ini dianggap wajar , kalau begitu 13 terdakwa memerintahkan kepada hakim agar dibebaskan ujar ya .

Sementara menurut Ma’rifatuula , ketika ditanya adanya dua visum dari Rumah Sakit PHC dan Polda Jatim yang keterangannya sangat berbeda , namun saksi serangannya sesuai apa yang ada dipersidangan . tuturnya

diketahui kejadian ini berawal pad tanggal 28 April 2023 dimana tahanan Abdul Kadir meninggal diduga penganiayaan di dalam sel tahanan KP3 .

Meninggal Abdul Korban didasari motif adanya dugaan pemerasan yang didalangi oleh oknum tahanan meminta uang senilai 1.500.000 hanya di beri uang Rp 200.000 ribu .setelah itu meminta uang lagi dengan nilai Rp 1.000.000 sayang uang akan dikirim Abdul Kadir sudah meninggal .ujar Sityya selaku istri Abdul Kadir ( korban ).* rhy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *