Oknum Polisi Irfan Firdian Divonis Hakim Empat Bulan

Surabaya,Warnakotanews.com
Sidang lanjutan melanggar Pasal 44 ayat (1) atau ayat (4) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PDKRT). Terdakwa Aiptu Irfan Firdian, di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN)Surabaya, Selasa 08/11/2022.

Oknum Anggota kepolisian Sabhara Polres Bangkalan Madura Irfan Firdian Pangkat AIPTU didudukan di meja pesakitan dugaan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya inisial YN.

Didalam sidang kali ini yang beragendakan Putusan, Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Magupul mengatakan bahwa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak Pidana Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT) sesuai dengan dakwaan dari JPU dan menghukum terdakwa dengan Pidana penjara selama empat (4) bulan.

“Terhadap terdakwa dijatuhi hukuman Pidana penjara selama 4 bulan,” kata Hakim Magupul di ruang garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU), menyatakan menerima putusan Majelis Hakim.” Iya yang mulia, kami terima,” saut Neldy Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Surabaya.

Putusan Majelis Hakim sama dengan ( Confrom ) tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi dari Kejaksaan Negeri Surabaya, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan Pidana penjara selama 4 bulan, Dalam surat tuntutan yang dibacakan oleh JPU Deddy Arisandi mengatakan bahwa, pada intinya terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 44 ayat (1) atau ayat (4) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PDKRT) dan menuntut terdakwa dengan Pidana penjara selama 4 bulan.

Terpisah korban PDKRT selepas sidang diserambi pengadilan menyampaikan bahwa, saya bisa berbuat apa, dengan putusan tersebut.“Sudahlah mas, saya harus bagaimana,” keluhnya kepada awak media.

Untuk diketahui berdasarkan surat dakwaan JPU menyebutkan bahwa, berawal dari Kecurigaan istri terdakwa berinisial YN yang curiga terhadap suaminya (terdakwa) karena jarang pulang. Kemudian dengan inisiatifnya YN menyelidiki secara diam-diam dan saat itu kejadian, pada bulan Juli 2020 sekitar pukul 13.00 WIB di daerah Manukan Surabaya, melihat terdakwa (suaminya) bersama Wanita Idaman Lain makan bakso kikil.

Karena gak terima, terdakwa kepergok YN dipukul dan digigit hingga terluka. Setelah kejadian tersebut, YN pun mendatangi Propam Polrestabes Surabaya untuk melaporkan suaminya. Yang mana sebelumnya dilaporkan ke Polres Bangkalan, tapi diarahkan untuk laporan di Polrestabes Surabaya. Karena masih wilayah Polrestabes Surabaya.

Sementara itu YN dalam keterangan kepada awak media menyampaikan bahwa, Selain suaminya selingkuh dengan Purel berinisial NL yang biasa nongkrong di cafe dupak. Surat Rumah digadai 200 juta di Bank tanpa sepengetahuan istri, surat rumah yang beralamat di daerah Gedangan Sidoarjo, jelas YN.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *