Ironis Dua Kali Sidang Saksi Mangkir Pada persidang Perkara Penipuan Yang Melibatkan Mantan Dosen Unair

 

 

 

Surabaya, Warnakotanews.com
Sidang perkara penipuan atas terdakwa Dr H.Udin Panjaitan SH,MS warga dharmahusada Indah Barat gang II/54 Surabaya, diduga melakukan penipuan sejumlah 700 juta

Terdakwa merupakan mantan guru besar Unair Surabaya , Dalam fakta persidangan terdakwa tidak ditahan yang diduga pura pura lumpuh. Padahal terdakwa , bisa berjalan dengan modus terdakwa mengambil simpati hakim ,
Tak hanya itu terdakwa merupakan mantan guru Besar salah Satu Universitas Negeri ternama di Surabaya.

Sidang di tunda lantaran kedua saksi diantaranya Zainab Ernawati dan Suhairi ,kiranya kedua pemanggilan sebagai saksi mangkir dengan alibi sakit tetapi tidak ada keterangan surat dokter.

Usai persidangan Ahmad Budi santoso saat dikonfirmasi mengatakan penundaan sidang. Kedua sksi tidak hadir lantaran dikarenakan sakit. Tetapi tidak ada keterangan surat dokter sedangkan Jaksa Zulfikar dari Kejari perak menunggu surat keterangan dokter.

Menurut Ahmad sebenarnya
terdakwa Udin ada niat baik dan mau membayar tetapi korban. Minta lebih yaitu di BAP Rp 700 juta., Tetapi korban minta 1 Milyar lebih . ‘Ujar Ahmad Budi Santoso pada wartawan.

Sementara menurut Nagasaki Selaku Korban Penipuan selama ini tedakwa tidak ada niat mengembalikan uangnya , cuma janji janji , terkait saya minta lebih itu bohong dan tidak benar .

Setiap di tagi malah mbulet dan dijanjikan janjika Saya sampai bosen.” Ujar Nagasaki Pada wartawan.

Dilain tempat Jaksa Penuntut Umum Zulfikar. tidak mau dikonfirmasi , dengan alibi harus. Ke kasi Intel Ujar Fikar pada wartawan.

Perlu di ketahui pada sidang sebelumnya Dalam keterangan saksi Yongky dipersidangan mengatakan bahwa ada informasi dari masyarakat Henry Hartono beserta timnya bahwa tanah terdakwa Udin adalah tanah fasum hingga tiga kali menyurati lurah dan instansi terkait ,wajar pihak kelurahan Kalijudan menjadi saling periksa dan saling cek kemudian ada juga pemeriksaan dari penyidik kejaksaan negeri surabaya,dan adanya rapat koordinasi ,jadi surat surat yang pernah diterbitkan oleh lurah kalijudan untuk sementara dicabut sampai dengan adanya pembetulan.

Yang kemudian pada tanggal 24 Januari 2019 lurah kalijudan dengan nomor 593/22/439.9.26.6/2019 telah mencabut surat surat keterangan riwayat tanah milik terdakwa.

Secara otomatis juga membatalkan Latter C nomor 5415 atas nama Dr H Udin ,SH,MS yang diterbitkan lurah kalijudan pada tanggal 13 Desember 2018 ,beserta surat surat pendukung lainnya dinyatakan batal ” jelas Yongky.

Terpisah dengan adanya surat pembatalan dari lurah tersebut ,maka surat surat yang asli atau berkas berkas oleh notaris Amrozi juga dikembalikan kepada terdakwa Udin melalui Soetan Syafriel ,SH yang masih adik ipar terdakwa.

Dengan adanya surat pembatalan tersebut maka adanya kesepakatan antara Terdakwa Udin dan Nagasaki Widjaja bahwa :
– Para pihak telah sepakat AKTA IKATAN JUAL BELI haruslah dibatalkan,dikarenakan ide pembatalan datangnya dari pihak penjual,maka pihak penjual Dr H Udin SH,MS bersedia mengembalikan semua uang yang telah dibayarkan oleh Nagasaki Widjaja kepada terdakwa ditambah 50 %

Karena pembatalan dari pihak terdakwa maka terdakwa H.Udin sanggup mengembalikan uang Nagasaki dan ditambah 50 % dan semuanya akan dibayar sekaligus tunai oleh terdakwa.

Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dihadapan notaris pada 2019 silam dan masing masing pihak baik penjual atau pembeli dan Zainab Ernawati beserta timnya telah mengetahuinya dengan adanya surat kesepakatan ini.

Pada kenyataannya terdakwa ingkar janji hingga berita ini diturunkan tidak mau mengembalikan uang dan dendanya kepada Nagasaki , sehingga dapat dikatakan tidak adanya itikad baik dari terdakwa untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Ironisnya justru terdakwa malah melaporkan notaris Amrozi ke unit Harda Polrestabes Surabaya dengan tuduhan telah merugikan terdakwa secara MATERIIL,FORMIL dan FINANSIAL.

Ketika di penyidik unit Harda notaris Amrozi menjelaskan secara MATERIIL obyek yang dimaksud Latter C nomor 5415 kelurahan Kalijudan secara fisik ada dibawah penguasaan terdakwa Udin dipagar ditutup seng dengan rapat dan kuat.

Secara FORMIL terhadap Latter C nomor 5415 sejak terbitnya surat pencabutan dari lurah kalijudan nomor 593/436.926.6/2019 semua data formil oleh notaris Amrozi sudah diserahkan kepada terdakwa.

Secara FINANSIAL ,terhitung sejak terdakwa menanda tangani AKTA IKATAN JUAL BELI hingga kini honor/ Fee notaris sebesar 5 juta tidak dibayarkan oleh terdakwa Udin.

Dari uraian diatas telah disampaikan kepada penyidik Polrestabes
,singkatnya pada tanggal 28 Nopember 2021 penyidik Harda telah menerbitkan surat perintahnya penghentian penyidikan ( SP 3)

Tambah Saksi Yongky menjelaskan surat surat yang telah dikeluarkan dicabut ,maka jual beli itu secara automatis jual belinya juga batal.

Untuk diketahui awalnya pada tanggal 20 Desember 2018 Zainab Ernawati orang suruhan terdakwa Udin datang ke notaris Zahrullah Amrozi Johar.SH dengan membawa berkas dan surat tanah atas nama Dr H Udin SH.MS dengan keperluan agar dibuatkan Akta ikatan jual beli .

Kemudian tanggal 24 Desember 2018 sekitar pk 15 .15 wib penjual Dr H.Udin ,SH.Ms dan istri dan Zaenab Ernawati datang ke notaris,dan penjual telah menanda tangani Akta Ikatan Jual Beli dengan tidak adanya / tidak hadirnya calon pembeli karena harus segera berangkat ke Australia untuk membantu kesulitan cucunya di australia.

Namun sebelum terdakwa berangkat ke Australia telah menanda tangani AKTA IKATAN JUAL BELI di notaris tanpa adanya pembeli ,untuk menjadi mudah dari pelaksanaan akta ikatan jual beli tersebut dan didasari oleh itikad baik,Zainab Ernawati telah menyerahkan uang 200 juta kepada terdakwa yang mana uang tersebut didapat dari uang pembeli Nagasaki ( bukti transfer ) dan untuk sementara waktu dengan dana tersebut terdakwa Udin jadi berangkat ke Australia.

Dan pada tanggal 26 Desember 2018 Akta Ikatan Jual Beli telah ditanda tangani oleh Nagasaki Widjaja dihadapan notaris dan dihadiri oleh saksi saksi para makelar yakni Djojo Tjipto,Njoo Gwan Lie alias Willy ,Soetan Syahriel SH, Sampurno,Zainab Ernawati,dan M Suhairi.

Dengan telah ditanda tangani Akta ikatan jual beli yang kemudian Nagasaki berturut turut tanggal 27 Desember 2018 telah mentransfer sejumlah 200 juta kerekening BCA a/n Zainab Ernawati .

Dan masih tanggal 27 Desember 2018 Nagasaki juga mentransfer sejumlah 205 juta dan 95 juta kerekening BCA a/n Devi Andriyani And ( cucu terdakwa ).

Total keseluruhan uang korban Nagasaki yang telah diberikan kepada terdakwa Udin sejumlah 700 juta hingga kini sudah hampir 4 tahun lamanya tidak ada itikad baik dari terdakwa Dr H Udin SH,Ms untuk segera mengembalikan uang Nagasaki Widjaja.

Harapan korban Nagasaki kiranya hakim yang memeriksa perkara ini ,agar memeriksa dengan cermat dan memberikan putusan yang seadil adilnya .* Rhy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *