

Surabaya,warnakotanews.com
Siapa bilang santri hanya belajar ilmu agama dan menghabiskan waktu di dalam pesantren? Dua santriwati Pondok Pesantren Alif Laam Miim Surabaya membuktikan bahwa santri juga mampu berpikir kreatif, berinovasi, berwirausaha, hingga mengukir prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Nahida Ummu Salamah dan Jasmine Ashrita Dewi Larasati berhasil membawa pulang penghargaan Juara 2 Lomba Santripreneur Jawa Timur 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur sejak 17 Agustus hingga 4 September 2026.
Gelar juara tersebut diraih berkat inovasi produk bernama FERAGENT, sebuah sabun cuci pakaian berbasis bahan alami. Menariknya, ide ini lahir dari kepedulian mereka terhadap keluhan gatal-gatal dan kemerahan kulit yang dialami rekan sesama santri akibat sensitivitas terhadap deterjen konvensional.
Alih-alih mengeluh, Nahida dan Jasmine memanfaatkan potensi daun kelor di sekitar pesantren yang selama ini belum optimal digunakan.
Daun kelor dipilih karena kaya akan senyawa alami saponin dan flavonoid yang ampuh membersihkan pakaian sekaligus ramah lingkungan dan aman bagi kulit sensitif.
Setelah berhasil menembus jajaran 10 besar pada 9 September lalu, puncak penghargaan akhirnya diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa.
Penyerahan piala berlangsung pada Kamis (22/10/2026) di Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan, bertepatan dengan Hari Santri Nasional.
Keberhasilan dua santriwati muda ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pesantren memberi ruang luas bagi santri untuk berpikir kritis dan mandiri.
Kisah Nahida dan Jasmine diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda dan para orang tua bahwa usia muda dan lingkungan pesantren bukan penghalang untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.