Surabaya,warnakotanews.com
Terdakwa Radiya Arrdhi Sradana seorang dokter kembali disidangkan dalam perkara KDRT.

Sidang kali ini di gelar di Ruang Kartika Pengadilan Negeri Surabaya, Sayangnya sidang kali ini di tunda dan akan dilanjutkan pada hari Rabu tanggal 3 Oktober 2023.

Penundaan Sidang oleh ketua Majelis hakim diduga membuat para jaksa dan kuasa hukum terdakwa sa gat kecewa lantara udah beberapa jam menunggu .

Sementara menurut Kuasa hukum Irwan Hidayat saat di konfirmasi, menerangkan bahwa perkara ini terkait royok an HP.

Lantaran adanya faktor kecemburuan, apalagi menurut kuasa hukum kliennya seorang dokter otomatis pasiennya juga banyak .

Terkait dua orang anaknya ikut ibunya dan tidak ada penelantaran anak .
Memang pernah di damaikan, cuma ada beberapa permintaan mantan istrinya yang tidak bisa di penuhi .uja kuasa hukum terdakwa.

Sementara Mantan istrinya Ary Fitrianita saat dikonfirmasi Engan berbicara , hanya bisa mengatakan Rabu saja mbak .ujar Ary Fitrianita pada wartawan .

Perlu diketahui perkara ini berawal pada tanggal 11 Agustus 2022,di apartemen Educity Tower Jalan Kalisari Dharma Selatan, kecamatan Mulyosari Surabaya.

Waktu itu terdakwa membeli makanan tanpa HP kemudian HP terdakwa berbunyi lalu diangkat oleh saksi Ary Fitrianita S.Pd yang adalah istri dari terdakwa dan dimatikan.
Namun sebelum dimatikan
Saksi sempat memfoto dan mengetahui jika panggilan itu dari seorang perempuan .

Setelah satu menit, telepon terdakwa berdering kembali, lalu saksi Ary menggakatnya, namun bertepatan dengan terdakwa kembali, sehingga terdakwa merebut handphone miliknya lalu memukul saksi Ary Fitrianita pada bagian pipinya sebanyak satu kali,” kata JPU Yustus.

Yustus menambahkan, bahwa akibat perbuatan dari terdakwa Radiya Arrdhi Sradhana mengakibatkan saksi Ary Fitrianita mengalami memar pada pipi kiri bagian kanan dan ada bekas cengkraman di leher bagian kiri.

Buntutnya Saksi Ary Fitrianan melapor ke Polisi dan terdakwa dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 23 tahun 2004 tentang Pengahapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).* Rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *