Jaksa Banding ,Terkait Perkara Pencabulan Yang Dilakukan Mantan Kapolres Bali Kombes Pol Purn Ignatius Soembodo

Surabaya,Warnakotanews.com
Sidang perkara pencabulan terhadap anak yang mendudukan Terdakwa Mantan Kapolres Badung Bali, Kombes Pol Purn Ignatius Soembodo , setelah dituntut Jaksa Penuntut Umum Nurlaila dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur 10 tahun Penjara , namun Dalam tuntutan Jaksa Tak seirama dengan Vonis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya .

Dimana Ketua Majelis Hakim Sutarno SH,MH yang memutus ,pada tanggal 30 Januari 2023 di R Garuda 1 PN Surabaya, Bahwa Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Sutarno SH,MH perbuatan terdakwa Ignatius dinilai telah memenuhi seluruh unsur Pidana dalam dakwaan kesatu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Laila dari Kejati Jatim.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Ignatius Soembodo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 81 ayat (1) Jo pasal 76 D UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang menjadi undang-undang. Menjatuhkan pidana oleh karenanya dengan pidana penjara selama 5 tahun serta pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan,”kata Hakim Sutarno di ruang Garuda 1, PN Surabaya.

Dimana dalam pertimbangan hakim
Menurut pertimbangan majelis hakim, dalam hal yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa Ignatius telah merusak masa depan serta menimbulkan trauma pada diri korban.

Usai pembacaan Putusan tersebut Jaksa Nurlaila Sah . Hanya menjawab pikir pikir .bukan menyatakan banding .

Sementara menurut Web Site SIPP , PN Surabaya, Menyatakan banding Sayangnya Memori Banding Hingga Sampai Saat ini belum di kirim Pengadilan Negeri Surabaya .walaupun memori bnding itu tidak wajib . Dikirim boleh tidak dikirim juga gak masalah .yang penting ada ucapan banding .kecuali kasasi wajib mengirim memori banding .

Untuk diketahui, CIS adalah anak teman Ignatius berinisial BS yang dititipkan kepada pensiunan polisi itu sejak bayi berusia 7 bulan. BS tidak bisa merawatnya sendiri karena istrinya berinisial SW yang tak lain ibu CIS mengalami depresi.

Pemerkosaan itu terungkap saat CIS bercerita kepada ayah kandungnya pada usia 14 tahun. Sejak dititipkan, korban tinggal di rumah pensiunan polisi itu di kawasan Jambangan.

Dan selama tinggal di rumah Ignatius, korban mengaku sering mendapat perlakuan dan perkataan kasar serta perlakuan pelecehan seksual atau disetubuhi oleh terdakwa hingga beberapa kali.

Sejatinya, BS sepakat mengambil CIS bila berusia 3 tahun. Namun, Ayah korban itu kesulitan menemui anaknya. Meski sudah memberikan nafkah selama dititipkan. Malahan, Ignatius meminta sejumlah uang yang tidak masuk akal yaitu Rp 20 miliar bila BS ingin mengambil anaknya tersebut.

BS pada pertengahan 2018 lalu kemudian mengajak orang-orang dari Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jatim untuk menjemput CIS ke sekolahnya.* Rhy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *