Hakim Harus Lebih Jeli Dalam Menilai Perkara Penipuan Dan Penggelapan Terdakwa Agung Preasetyo

Surabaya,Warnakotanews.com
Sidang perkara No.Reg.PDM-334/Eoh.2/07/2022 atas terdakwa Agung Prasetyo ( 39 ) warga Jl. Kendangsari Gg 13/10 RT 005 RW 004 Kel. Kendangsari Kec.Tenggilis Mejoyo Surabaya.

 

Terdakwa didudukan dikursi pesakitan diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap H.Erwan Susanto ( korban ). Sidang kali ini kuasa Terdakwa menghadirkan Dua saksi meringankan .

 

Dihadapan ketua Majelis Hakim Suparno SH. Kedua saksi Rindoko dan Samsudin , menerangkan bahwa perkara ini merupakan perkara hutang piutang dimana terdakwa punya hutang dan sebagai jaminan BPKB Tiga mobil, terhadap H.Erwan Susanto, sedangkan hutangnya sudah dibayar .

 

Dua Jaminan mobil BPKB Atas nama terdakwa dan yang satu mobil atas nama ibunya. Terkait jaminan yang atas nama ibunya sudah mendapatkan ijin untuk dijaminkan tetapi BPKB. Masih dalam pengawasan Leaseng.

 

Sedangkan Mobilnya. Untuk hari ini diserakan ke pihak polisi sebagai Jaminan .Ujar Kedua saksi Dipersidangan. Atas keterangan kedua saksi dibenarkan oleh terdakwa.

 

Usai sidang menurut Kuasa Hukum Terdakwa yaitu I Ketut Suarta SH. MH dan Eko Agus Indra Wono SH MH .mengatakan ,” mengenai perkara ini seharusnya bukan perkara pidana tetapi perkara perdata yang menyangkut hutang piutang apalagi terdakwa mempunyai etika baik untuk membayar kok malah dilaporkan .

 

Otomatis klien kami diduga dikriminalisasi, karena Pinjaman dari keseluruhan mobil tersebut Rp 170 Juta dengan jaminan BPKB. Namun tanpa sepengetahuan agung, kwitansi kosong bekas transaksi tanah yang dijaminkan dan sudah dilunasi, tiba tiba ditulisi jual beli mobil sama pelapor.

Terkait mediasi memang ngak ada saat pemeriksaan saksi ahli juga disampaikan sepanjang ada kesepakatan secara lisan dan telah disepakati dan barang tidak diserahkan merupakan perbuatan wanprestasi. Bukan merupakan pidana melainkan merupakan keperdataan ( saksi Ahli perdata dari Unair ), Ujar kuasa hukum pada wartawan .

 

Sementara menurut Humas Pengadilan yaitu Suparno SH MH sekaligus hakim yang menyidangkan selaku ketua majelis Hakim menyampaikan terkait perkara ini ,kami tidak bisa menyimpulkan. Karena nanti bisa menimbulkan opini. Kita lihat saja persidangannya. Ujar Humas Suparno SH,MH.

 

Beda dengan pendapat Jaksa Penuntut Umum Muzaki SH selaku Jaksa Pertama menerangkan sejauh ini didalam Dakwan bukan permasalahan Hutang Piutang tetapi mengenai jual beli mobil. Itu saja yang bisa saya berikan keterangannya. Untuk selanjutnya kita ikuti di persidangan. ” Ujar Jaksa Muzaki SH.

 

Perlu diketahui dalam dakwaan dengan nomer perkara No.Reg.PDM-334/Eoh.2/07/2022 dan dijelaskan , bahwa perkara ini berawal pada tanggal tanggal 04 Maret 2021 terdakwa datang ke rumah saksi H. Erwan Susanto dengan menawarkan 1 (satu) unit mobil dengan meminta harga Rp. 350.000.000,-(tiga ratus lima puluh juta rupiah), kemudian saksi H. Erwan Susanto menanyakan surat BPKB dan STNK, pajak mobil fortuner mati 5 (lima) tahun sehingga akhirnya korban melakukan penawaran Rp. 300.000.000,- (tiga
ratus juta rupiah) yang mana mobil dijual adalah 1 (satu) unit mobil Toyota Fortuner warna abu-abu tahun 2016 Atas Nama Sumiati, kemudian 1 (satu) unit mobil KIA Jeep L-1907-RR, Atas Nama Agung Prasetiya juga akan dijual Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah), kemudian saksi H. Erwan Susanto menawar sebesar Rp. 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah) karena pajak mobil tersebut mati 2 (dua) tahun serta 1 (satu) unit mobil KIA PICKUP L-9236-AM dan berubah baru L-9701-BV
warna putih atas nama Agung Prasetyo juga akan dijual Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah), kemudian saksi H.Erwan Susanto
menawar sebesar Rp. 75.000.000,-(tujuh puluh lima juta rupiah) yang mana pajak mobil tersebut mati 1 (satu) tahun, kemudian disepakati bersama dan pada tanggal 05 Maret 2021 yang mana terdakwa meminta uang cash.

 

Kemudian tanggal 07 Maret 2021 sekitar pukul 15.00 Wib saksi H. Erwan Susanto meminjam uang kepada Arief sebesar Rp.150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah), kemudian terdakwa datang ke rumah saksi H.Erwan Susanto di Jl. Kendangsari dengan membawa 1 (satu) unit mobil Toyota Fortuner warna abu-abu tahun 2016 An. SUMIATI lengkap dengan BPKB, kemudian untuk 2 (dua) merk KIA besoknya akan diserahkan kepada saksi , setelah saksi mengecek semua surat BPKB, STNK, Faktur dan ternyata sesuai dan lengkap, kemudian saksi H. ERWAN SUSANTO membuatkan kwitansi pembelian yang ditanda tangani oleh terdakwa dengan harga Rp. 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

 

Memberikan kwitansi 1 (satu) unit mobil KIA Jeep warna abu-abu
sebesar Rp. 75.000.000,- (tujuh uluh lima juta rupiah) dan kwitansi 1 (satu) unit mobil Pickup L-9236-AM warna putih sebesar Rp. 75.000.000,- (tujuh uluh lima juta rupiah).

kemudian saksi Herman Susanto
menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 450.000.000,- (empat ratus lima
puluh juta rupiah), kemudian sekitar pukul 18.30 Wib terdakwa datang ke rumah saksi dengan tujuan meminjam 1 (satu) unit mobil Toyota Fortuner warna abu-abu yang sudah dijual kepada saksi .

 

Dengan maksud untuk mengantar
anaknya ke rumah kakaknya, kemudian karena percaya sebagai
teman maka saksi meminjamkan mobil fortuner tersebut beserta
STNKnya kepada terdakwa dan ada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas terdakwa membawa pergi mobil tersebut dan berjanji setelah mengantar malam itu akan dikembalikan.

akan tetapi tidak datang, kemudian pada tanggal 08 Maret 2021 saksi H. Erwan Susanto mendatangi rumah terdakwa dan bertemu dengan terdakwa, kemudian saksi .

 

meminta mobil yang telah dibelinya dari terdakwa tersebut dan terdakwa
mengatakan bersabar karena masih dipakai dalam waktu 2 (dua) hari dikarenakan untuk cari
pengganti mobilnya yang sudah dijual akan tetapi dalam waktu 2 (dua) hari mobil tersebut belum juga dikembalikan kepada saksi

 

dengan berbagai macam alasan, kemudian pada bulan Juli 2021 saksi kaget melihat mobil Fortuner yang sudah saksi beli ternyata tahun di plat nomor seharusnya habisnya tahun 2021 dirubah menjadi tahun 2022 dan cat mobil yang warnanya abu-abu diganti menjadi warna hitam dop,

 

kemudian saksi menegur
terdakwa dan terdakwa mengatakan jika ibu terdakwa marah-marah mengetahui mobil tersebut dijual, kemudian terdakwa mengatakan dan meyakinkan saksi akan merayu ibunya untuk menyerahkan mobil tersebut kepada saksi bahwa terhadap kedua mobil lainnya yaitu 1 (satu) unit mobil KIA warna abu-abu dan 1 (satu)unit mobil Pickup juga dipinjam oleh terdakwa untuk keperluan usaha, namun juga tidak dikembalikan kepada saksi H. Erwan Susanto, Bahwa akibat perbuatan terdakwa, saksi mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 450.000.000,- (empat ratus lima puluh juta rupiah) Perbuatan terdakwa sebagaimana telah diatur dan diancam pidana dalam pasal 372 KUHP.* Rhy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *