Surabaya, Warnakotanews.com
Terdakwa Miftakhi Babil Asror Bin Muslikan ( 22 ) warga Trowulu Jakenan RT. 03 RW. 04 Kec. Ngaringan Kab. Grobogan, dituntut Jaksa Kejati pidana penjara selama 1 (satu)tahun dan 2 (dua) bulan. Atas dugaan transaksi elektronik” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) UU
No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Basuki SH dari Kejaksaan Tinggi Surabaya, yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Selasa ( 12/7/2022).

yang didakwakan dalam dakwaan tunggal;Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Miftakhi Babil Asror Bin Muslikan dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 2 (dua) bulan dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar Terdakwatetap ditahan , kata Jaksa dalam persidangan tersebut.

Diketahui sebelumnya Miftakhi Babil Asror Bin Muslikan didakwa oleh Jaksa dengan melanggar Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) UU
No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Berdasarkan dakwaan NO.REG.PERK.PDM-38/Eku.2/05/2022, perkara ini berawal pada tanggal pada hari Senin, tanggal 8 Maret 2021 dan har
Selasa, tanggal 9 Maret 2021 atau pada suatu waktu pada bulan Maret 2021, bertempat di Trowulu Jakenan Kec.Ngaringan Kab. Grobogan.

Bahwa awalnya saksi Albertus Budi Sutrisno sedang membuka media sosial facebook dan terdapat postingan dari akun “Mifta Gabspeed” yang memposting di grup facebook “Jual Beli Rumah Kayu jati Joglo Limasan yang mana dalam postingan tersebut terdapat tulisan “Balok jati lawas 166 batang panjang 200 cm sampai 300 cm unsur 8 10 11 12” minat wa 085848674347.

Setelah melihat postingan tersebut saksi Albertus Budi Sutrisno tidak langsung menghubungi nomor tersebut, namun tidak lama kemudian saksi Albertus Budi Sutrisno mendapat pesan yang masuk melalui media sosial whatsapp dari seorang yang sudah dikenalnya bernama Miftakhi Babil Asror dengan nomor kontak 085848674347 bertulisan “Pak” “Masih Butuh balok”, kemudian saksi Albertus Budi Sutrisno menjawab “Masih” kemudian Terdakwa mengirimkan berita bohong yaitu memposting foto kayu
balok disertai tulisan “165 batang, panjang 200cm up sampai 300cm harga 24jt”, atas tawaran tersebut saksi Albertus Budi Sutrisno tertarik kemudian saksi Albertus menulis “Kalao saya hitung itu 315 dan 130 total 445 batang pean genapi 500 batang monggo dikirim” kemudian saksi Albertus menawar dengan harga Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan Terdakwa setuju harga tersebut kemudian saksi Albertus bertanya “itu jati semua ya” Terdakwa menjawab “siap pak” “saya jamin” “BRI 003801087903501 Miftakhi babilasror”kemudian saksi Albertus bertanya “Jati semua” “Barang benar bagus ya?” kemudian Terdakwa menjawab”Full jati pak saya jamin bagus2 pak” kemudian saksi Albertus menuliskan “Saya ksh dp 1jt, kalau ada yang tidak bagus saya tidak ambil ya?” dan disepakati pula pembayaran uang muka Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan akan dilunasi setelah kayu diterima; Kemudian pada hari Senin, tanggal 8 Maret 2021 saksi Albertus Budi Sutrisno melakukan pembayaran uang muka kayu jati balok sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) melalui transfer ke rekening BRI nomor
003801087903501 atas nama MIFTAKHI BABIL ASROR.

Keesokan harinya Selasa, tanggal 9 Maret 2021 saksi Albertus Budi Sutrisno mengirim pesan whatsapp kepada terdakwa Miftakhi Babil Asror “Rencana kapan kirim? Biar saya atur waktu tidak keluar kota” dan Terdakwa
menjawab “Rabu sore pak berangkat”, kemudian Terdakwa mengirimkan lagi berita bohong dengan cara berpura-
pura menawarkan sebuah meja yang terbuat dari kayu jati “Ini ada yang nawarin meja sama kursi pak besar2
bapak minat ngak” “Mintanya borong semua 60 jt itu pak bisa nego sedikit” disertai foto meja kursi terbuat dari
kayu untuk meyakinkan saksi Albertus Budi Sutrisno dan tanpa curiga saksi Albertus Budi Sutrisno tertarik lalu
menuliskan pesan “Dikit brp? 30jt?” Terdakwa menjawab “Jngn lah pak itu mah separonya pak” “50jt siap
muat sekalian pak” kemudian saksi Albertus Budi Sutrisno menawar dengan harga Rp. 35.000.000,- (tiga
puluh lima juta rupiah) akan tetapi Terdakwa berpura-pura keberatan atas penawaran saksi Albertus Budi
Sutrisno akhirnya Terdakwa setuju dengan menuliskan “30 juta minta dibayar kes pak orangnya” kemudian
Terdakwa kembali memposting nomor rekeningnya di media sosial whatsapp kemudian saksi Albertus Budi Sutrisno setuju dan melakukan pembayaran sebesar Rp. 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) yang ditransfer ke rekening BRI nomor 003801087903501 atas nama terdakwa.

kursi kayu jati yang ditawarkan kepada saksi Albertus Budi Sutrisno belum juga dikirim oleh Terdakwa hingga Terdakwa disomasi dan diberi batas waktu hingga tanggal 20 Maret 2021 agar segera menyerahkan kayu dan meja kursi yang dijanjikan Terdakwa; Oleh karena somasi dan batas waktu yang diberikan oleh saksi Albertus Budi Sutrisno kepada Terdakwa tidak dihiraukan oleh Terdakwa, maka saksi Albertus Budi Sutrisno melaporkan Terdakwa ke polisi;Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa saksi Albertus Budi Sutrisno mengalami kerugian sebesar Rp.
31.000.000,- (tiga puluh satu juta rupiah).

 

Perbuatan mana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) UU No. 19 Tahun
016 tentang Perubahan Atas Undang Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.*Rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *