Residivis Sanjipak Disidangkan

module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.2685185, 0.2685185); modeInfo: ; sceneMode: 32768; cct_value: 5750; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 400.4496; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Surabaya,warnakotanews.com
Sidang perkara tipu gelap yang mendudukan terdakwa Greddy Harnando warga Wisma Pagesangan Jambangan Surabaya,

Pada perkara pidana
dengan nomor 690/Pid.B/2024/PN Sby, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Jaksa Rista Erna, Jaksa Vini dan Jaksa Agus Budiarto akan membacakan dakwaan .Kamis ( 16 Mei 2024 ).

terdakwa merupakan residivis Kembali berurusan dengan hukum, Kali ini Greddy dipidana dalam perkara Penipuan atau Penggelapan, Dan diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Terdakwa Greddy selaku Komisaris Utama PT.Garda Tamatex Indonesia, Dalam kasus ini menjalani tak sendiri, melainkan bersama seorang cewek dengan jabatan Direktur Utama PT Garda yakni Indah Catur Agustin, Keduanya…

Bahwa pada tanggal 12 Mei 2023 saksi CS mengirim surat somasi kepada terdakwa Greddy dan saksi Indah, namun tidak ada tanggapan dari terdakwa, Akibat perbuatan terdakwa tersebut saksi CS mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 4.825 Miliar,”jelas bagian poin dakwaan jaksa.

Perlu diketahui, Berdasarkan data perkara pengadilan melalui SIPP, Ternyata terdakwa Greddy pernah dihukum dalam kasus penipuan penggelapan atas jual beli sepeda motor jenis vespa.

Terdakwa dilaporkan oleh Alexander Wiebisono Soegio ke Polisi, Karena telah menerima uang hasil penjualan Vespa edisi terbatas namun tidak menyerahkan unit kendaraan.

Oleh jaksa Herlambang dari Kejari Tanjung Perak, Greddy pun dituntut hukuman penjara selama 1 Tahun dan 3 Bulan, Lanjut majelis hakim PN Surabaya Greddy divonis selama 10 Bulan penjara dengan perintah tetap dalam tahanan, Sehingga Greddy Harnando pun berstatus Narapidana..

Menurut Kuasa hukum Bernadetta dari Impartial Law Office. Dakwaan JPU sudah sesuai dengan fakta. Adapun perkara Greddy Harnando ini ada kaitannya dengan perkara dengan terdakwa atas nama Indah Catur Agustin. Indah Catur Agustin merupakan Direktur PT. GARDA TAMATEK INDONESIA, sedangkan Greddy Harnando adalah komisaris PT. GARDA TAMATEK INDONESIA.

Keduanya didakwa melakukan tindak pidana tipu gelap yaitu investasi bodong dengan memakai nama brand King Koil agar para investor / korban yakin dan mau menyetorkan sejumlah dana ke rekening PT. GTI yang dikelola oleh Para Terdakwa. Padahal keterangan dari pihak King koil menyatakan tidak pernah ada kerjasama dengan PT.GTI alias fiktif.

Sampai dengan dilimpahkannya berkas perkara ke PN, para terdakwa tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang korban CS.
Sebagai informasi, selain korban CS masih ada korban – korban lain yang saat ini sudah melaporkan Para Terdakwa di Polda Jatim maupun di Polrestabes Surabaya.* red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *