Keterangan Ahli Meringankan Terdakwa , Ratusan Demo Menuntut Liliana Dibebaskan

Surabaya,warnakotanews.com
Sidang Perkara Dugaan Keterangan Palsu Dalam akta otentik kembali di gelar di R Cakra Pengadilan Negeri Surabaya .

Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum Darwis SH, menghadirkan Ahli Biasa yaitu Andik Yulianto,S.S.,M.Si dari Univ ersitas negeri surabaya.dalam keterangannya Ahli mengatakan tahapan tahapan itu tidak bisa dilompat, tahapan tahapan yang ditulis oleh Erick pada tanggal 11 Nofember point 1 ,2 dan 3 menurut ahli tidak bisa tiba tiba point’ 3 harus satu per satu terutama penegasannya di point’ 2 yaitu harus mencoret atau mengeluarkan nama perkumpulan pembinaan mental karate dari perkumpulan baru terdakwa keluar , jadi harus ada penegasan . Tutur ahli

Usai persidangan Menurut, DR.Gregorius S.H,M.H selaku
Kuasa Hukum Terdakwa, menerangkan Poin terpenting dari pernyataan ahli tadi, bahwa tahapan tahapan itu tidak bisa dilompat , tahapan tahapan yang ditulis oleh Erick pada tanggal 11 Nofember point 1 ,2 dan 3 menurut ahli tidak bisa tiba tiba point’ 3 harus satu per satu terutama penegasannya di point’ 2 yaitu harus mencoret atau mengeluarkan nama perkumpulan pembinaan mental karate dari perkumpulan baru terdakwa keluar , jadi harus ada penegasan dari ahli .

Kalau dia tidak mengeluarkan nama dari perkumpulan itu , maka dia tidak bisa mengundurkan diri dari perkumpulan , dikarenakan pembinaan mental dia ( terdakwa ) yang punya , dan terdakwa tidak bisa dijerat pidana.

Tidak Kaicho atau terdawa mengundurkan diri kalau nama perkumpulan pembinaan mental karate belum keluarkan nama pembinaan mental jadi perkumpulan itu mau naroh nama apa terserah , tetapi keluarkan dulu nama pembinaan mental arena dia yang punya , kalau dia tidk mengeluarkan bagaimana dia mau tangung jawab kepada warganya , dan dari jaksa untuk menghadirkan saksi udah selesai , tinggal waktunya terdakwa untuk mengeluarkan saksi meringankan . ujar Gregorius.
Tak hanya itu aksi demo dan teatrikal didepan Pengadilan Negeri Surabaya.diperankan oleh seniman surabaya bersama element massa.

Tampak dalam aksi teatrikal itu, para pemeran memperagakkan mahalnya harga sebuah keadilan di Indonesia.

Dalam perannya, seorang pemeran berjalan membawa timbangan dan salah satu rekannya menggendong bayi yang tak dipisahkan dari orang tuanya.

Aksi ini sempat ramai, lantaran pemeran sampai memakan badan jalan sambil berteriak keadilan lalu menghancurkan semua timbangan di tengah badan jalan dan membuat kawasan jalan arjuno mengalami kemacetan.

Aksi teatrikal ini dilakukan sebagai bentuk pelampiasan adanya indikasi mengkerdilkan hak asasi orang lain yaitu hak kebebasan terdakwa Liliana herawati, yang seharusnya diberikan penangguhan penahanan, karena selama proses hukum berlangsung terdakwa sangat kooperatif dan apalagi liliana adalah seorang perempuan yang masih punya beban terhadap anak-anaknya yang masih dibawah umur” Ungkap Syahroni, salah satu masa aksi.
Sementara itu, aksi demo di PN Surabaya ini juga diikuti oleh Ikatan Perempuan Peduli Indonesia (IPIP), Perguruan Pembinaan Mental Karate (PMK) Kyokushinkai, Tarung Drajat dan masa aksi dari JU-Jitsu Indonesia.
Juru bicara tim hukum terdakwa liliana Abdul Wahab SH mengatakan, aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk solidaritas kepada terdakwa Liliana Herawati.“Tuntutannya agar Kaicho Liliana dibebaskan.

Sementara dari Politisi Partai Gerinda Bambang Haryo Soekartono yang akrab dipanggil BHS , mengatakan apa sih Eksensinya yang dari penahanan itu sendiri , apakah Liliana melarikan diri , kan tidak juga, karena Kaicho Liliana adalah pemimpin ratusan ribuh karateka yang ada di Indonesia , jadi dari 19 Propinsi dan ini harus tahu , dan tidak mungkin Kaicho Liliana melarikan diri atau tidak hadir , walaupun mereka tidak bersalah tetapi secara hukum taat terhadap hukum dan ini suatu penilaian , apalagi DPR RI sudah Thu perkara ini , masyarakat publik juga tahu , kita harapkan Pengadiln ini bisa memberikan yang terbaik untuk Kaicho Liliana. Ujar Bambang .

Sekedar diketahui, sidang ini sudah menghadirkan 5 orang saksi. Terakhir yang didengarkan keterangannya yakni Tjandra Sridjaja ketua umum perkumpulan Kyokushinkai Tidak ada satupun saksi yang menunjukkan bahwa Liliana bersalah bahkan terlihat saksi terindikasi mengumbar kebohongan padahal sudah disumpah.

Mengenai akta nomor 8 tertanggal 6 juni 2022, yang disebut saksi pelapor Tjandra Sridjaja telah digunakan oleh terdakwa, dibantah keras oleh Terdakwa. Karena terdakwa Liliana tidak pernah menggunakan akta no 8 tersebut.

Kemudian soal dana arisan yang disebut saksi merupakan milik Perkumpulan pun telah dibantah oleh Terdakwa yang benar adalah dana arisan bukanlah milik perkumpulan melainkan akumulasi uang hasil arisan warga perguruan dari tahun 2007 dalam bentuk arisan yang dikumpulkan oleh sekitar 300 lebih Karateka Sabuk Hitam, kata Terdakwa membantah kesaksian Tjandra Sridjaja seakan- akan uang itu adalah sumbangan dari Tjandra dan Koleganya.

Sebagaimana diketahui jumlah dana arisan yang dikelola sebagaimana versi terdakwa, uang arisan itu sebesar sekitar Rp 11 Milyar, namun saldo terakhir di rekening BCA KCP Darmo atas nama Perkumpulan lenyap dan tinggal Rp 20 juta saat dikelola pihak Tjandra Sridjaja. Kendati demikian, saksi masih berkelit sisa uang seakan akan masih senilai Rp7.9 Milyar di bank Mayapada, tetapi bukti saldonya tidak pernah dibuka dan disampaikan sebagai pertanggungjawaban pihak Tjandra Sridjaja sampai dengan saat ini.*Rhy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *