Sidang Gugatan Pengosongan Rumah Agenda Penyerahan Bukti

 

Surabaya,/Warnakotanews.com
Pengugat Anton Yanuarsyah melalui kuasa hukumnya Wiwit Harti Utami mengugat Aryo Cahyono Purnamasari dan Heri Irianto dengan agenda penyerahan bukti-bukti dari pihak penggugat dan tergugat yang dipimpin oleh Hakim Tunggal di Penggadilan Negeri (PN) Surabaya. Kamis, (04/05/2023).

 

Melalui Sodiqkin selaku kuasa hukum dari tergugat mengatakan, bahwa kami meminta kepada Majelis Hakim untuk menunda persidangan hari ini, dikaranakan, kami sudah datang dari pagi tadi dan pihak prinsipal ada janjian dengan kliennya.

Semenatara itu dari pihak pengugat sudah siap dengan saksi dan bukti-buktinya.

Hakim mengatakan, bahwa kami kembalikan kepada para pihak, bagaimana baiknya. Karana kami barusan ada Persidangan Setempat (PS). maka dari itu untuk saksinya kita tunda sidang selanjutanya dan untuk bukti-buktinya bisa diserahkan.

“Untuk agenda saksi ditunda sidang lanjutnya,” kata Hakim tunggal.

Untuk diketahui berdasarkan petitum dari pihak pengugat pada intinya meminta kepada Majelis Hakim untuk menerima dan mengabulkan semua gugatan dari penggugat seluruhnya dengan segera mengosongkan rumah dengan cara pindah rumah dan membayar uang sewa sebesar Rp.65 juta.

Sodikin mengatakan, bahwa gugatan ini terlalu dipaksakan, karena kami menilai Anton bukanlah pemilik rumah tersebut, karana kami mendapatkan informasi kalau perolehanya dilakukan dengan culas dan adanya rekayasa surat kuasa jual yang dibuat oleh Notaris Dedik Wijaya dan Alexsandra.

Jadi begini ceritanya, bahwa klien kami meminjam dana talangan kepada Daniel dan Weny sebesar Rp.100 juta dengan jaminan SHM No 7653 di Kelurahan Babatan Wiyung Surabaya. Kemudian Klien kami membayar sebesar Rp.50 juta dan sisanya akan dibayarkan 3 bulan lagi. Namun oleh Daniel dan Weny melalui penlantara Wahyu dan Bagus tampa sepengetahuan menjual obyek terbut pemilik SHM.

“Kami kepada Hakim yang memeriksa perkara ini lebih jeli, telita meyikapi perkara ini.

Masih kata Sodiqkin bahwa, kami memiliki bukti adanya upaya dari gombolan orang suruhan Anton melakukan intimigasi dan pemerasan terhadap orang tua dari klien kami.

“Untuk itu kami akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan orang terlibat dalam perkara ini. Kami menilai ini adalah pola yang dilakukan oleh para mafia tanah dengan cara memberikan piutang diikat dengan surat kuasa jual,” tegas Sodiqkin yang pengurus Partai Buruh..

Sementara menurut Wiwit Harti Utami SH, kuasa hukum Pengugat Menerangkan , bahwa gugatan kami ini merupakan gugatan sederhana , dimana rumahnya PK Anton ini di sewa atau di huni para tergugat , jadi permasalahannya ini bukan tergugat dengan klien kami , perkara dengan klien saya hanya masalah penghunin , dikarena penghuni tidak sesuai dengan kesepakatan , dasar penghuniannya tidak ada ,dikarenakan klen kami beli dari pak Daniel pembelian secara notariel pada Thun 2020 , setelah itu ada kesepakatan dari Tergugat dia mau membeli lagi dan klien kami memberikan kesempatan , tetapi Selma berjalannya waktu , kesepakatan itu di hindari , walaupun itu kesempatan dibawah tangan tetapi itu merupakan kesepakatan dn tertera harganya.

Kami itu mengajukan untuk pengosongan , karena tergugat memberikan pernyataan kalu dia tidk bisa membeli lagi rumah yang di beli Lien kami ( Anton ) dia akan keluar dengan sukarela ,

Untuk Obyeknya di Babatan Wiyung Rumah Dan bangunan seluas 200 M2, dan di perkara ini ada wan prestasi dari para tergugat untuk harapannya klien kami , agar segera keluar dari obyek tersebut sesuai dengan kesepakatannya . Ujar Wiwit SH. pada awak media ,

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *