Surabaya,Warnakotanews.com
Tiga kurator yang ditunjuk oleh Hakim Majelis Pengadilan Niaga PN Surabaya , diantaranya Ida Bagus Adie Harymbawa, S.H., Nugraha Setiawan, S.H.,Serta Dody Eka Wijaya, S.H., M.H., Mengadakan rapat Verifikasi PT. Bahtera Sungai Jadine ( dalam pailit )
perkara no 72/Pdt.Sus-PKPU/2022/PN Niaga Surabaya Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya.Selasa (7 Febuari 2023 ) .

Dalam proses rapat tersebut Kurator tidak hanya memverifikasi nilai tagihan yang didaftarkan kreditur , tetapi juga mengklasifikasikan jenis tagihan yang didaftarkan oleh kreditur, kurang lebih dari 2000 kreditur .

Hal ini diungkapkan oleh Dody Eka Jaya SH,MH ,mengatakan ,” dalam rapat verifikasi ini kita mencocokan hutang sebagian besar dihadiri oleh para kreditur, untuk batas akhir sebenarnya mulai tanggal 27 Januari 2023 yang lalu .namun tetap kita menerima sesuai data kis dari Debitur , misalnya ada selisih angka namun pihak debitur tidak hadir , kita tidak bisa menyangkal untuk mekanismenya tidak ada voting , setelah di PS ini Di PT baru kita atur untuk mediasi pada akhirnya tetep ada appraisal .

Terkait dengan tagihan totalnya keseluruhan kurang lebih 350 Milliar dan kita akan membagi beberapa tahap tagihan , lantaran ada beberapa aset dan sertifikat yang sudah kita pegang , kita membereskan tagihan. Dulu sedangkan untuk sertifikatnya lain kita urus kalau sudah di tangan kurator semua , baru kita akan melakukan pemberesan lagi .

Terkait tagihan siluman itu tidak benar . Tetep masuk namun tingkatannya atau kedudukannya sebagai kreditur terakhir ( subrograsi ).

Karena ada tahap tahapan pembayaran
Yang pertama otomatis untuk biaya kepailitan dan konferen karena ada dua untuk pajak dan notaris .
Jadi untuk sparadisnya kosong .

Dua aset yang jelas di Gunung anyar tambak dan dua rumah contoh depan dan belakangnya .
Adanya info kreditur siluman itu tidak benar . Yang benar adanya pengajuan kreditur yang terakhir atas nama Sianewati Senilai 11 Miliar ( istri Budi ) tetap kita terima , namun kita taruh diakhir belakang ,,” ujar Dody pada wartawan.

Perlu diketahui bahwa
PT. Bahtera Sungai Jedine (BSJ), perusahaan di bidang properti yang pernah bergabung dengan PT. Sipoa, resmi dinyatakan Pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya, Kamis (29/12/2022). Hal itu menjawab permohonan PKPU nomor 72/Pdt.Sus-PKPU/2022/PN.Niaga Sby yang diajukan Faridah Budiarti, Etty Justiana Saragih, Aditiar Septiono, Noor Indah Sarasati dan Dewi Indahwati karena PT. BSJ masih memiliki utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih sebesar Rp 824.162.304 dan belum dibayar lunas kepada pemohon PKPU.* Rhy

 

 

 

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *