Sidang Perkara Pemukulan Stik Baseball Hadirkan Saksi Dari Solo

Surabaya,Warnakotanews.com
Perkara dugaan pemukulan yang sudah digelar kesekiankalinya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, terhadap terdakwa Willem Fredrick, Hari ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Uwais Deffa I Qorni melalui Jaksa Estik Dilla Rahmawati, dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, menghadirkan saksi bernama Felix Kurniadi teman dari Rafael (Korban) saat kejadian.

Saksi Felix tersebut dihadirkan untuk dimintai keterangan dipersidangan, Namun telah ditunggu-tunggu kedatangannya dari kota Solo, sehingga baru sore hari dimulainya sidang dengan dipimpin majelis hakim yang diketuai Djuanto,SH didampingi hakim anggota A.A Gd Agung Parnata dan Marver Pandiangan.

Untuk perkara ini, terdakwa sendiri menguasakan kepada Advokat Jan Labobar,SH,MH dan Assc Prof.Dr.Oscarius Yudhi Ari Wijaya,SH,MH,MM,CLI, Lalu saksi menjelaskan kronologi kejadian saat dihalaman parkir Indomaret daerah Jalan Dinoyo, Surabaya, Kamis (03/11/2022) lalu.

“Saya sudah kasih jalan mobilnya dia sebelah kiri, karena terdakwa pegang tongkat saya ikut turun, teman saya yang videokan, dari belakang saya foto plat mobilnya, sebelah sini, kita langsung ke Siloam (Rumah Sakit) untuk visum,”ujar Felix bercerita dan menunjukan sebelah kanan kepala, saat ditepis tongkat baseball oleh terdakwa sambil berjalan, ketika hakim ketua Djuanto bertanya, “dipukulnya sebelah mana?”. Saat sidang hari ini Selasa (7/2) diruang Sari 3.

Kemudian, Jaksa Estik Dilla berikutnya bertanya kepastian kepada saksi Felix, soal kata-kata apakah benar apa yang diucapkan Rafael (pelapor) kepada terdakwa.

“Saksi, apakah dengar jika Rafael ada mengatakan kepada terdakwa kalau miskin enggak usah bergaya, dan pukul aja kalau mau pukul,” tanya jpu, dan dibantah saksi kalau tidak ada Rafael mengatakan soal kata miskin, diakui saksi hanya kata-kata pukul aja.

Selanjutnya, Penasehat hukum terdakwa, pengacara Jan Labobar giliran bertanya kepada saksi Felix, sebagaimana menegaskan sesuai yang dipertanyakan jaksa Estik.

“Jadi tadi saksi mendengarkan saudara jaksa penuntut umum, sebelum dipukul bahwa ada ancaman diangkat stiknya sebelum dipukul, pada saat itu kan saudara Rafael mengatakan pukul saja kalau mau pukul pukul saja berapa kali ucapan itu disebutkan?,” tanya pengacara terdakwa.

Usai berakhirnya sidang digelar yang menghadirkan 1 orang saksi saja, Kemudian hakim menunda sidang pada pekan depan dengan agenda langsung pemeriksaan terhadap terdakwa, Selanjutnya, pengacara Jan Labobar saat masih dalam ruang sari 3 memberikan tanggapan kepada wartawan.

“Saksi yang diajukan ini ada perbedaan sedikit, karena Rafael yang mengatakan bahwa dia yang foto itu plat, tapi yang saksi tadi ini mengatakan dia yang foto itu sudah ada satu perbedaan ya, terus kata-katanya karena dia enggak tahu karena dia jauh, ada kata-kata yang sombong,” pungkas Jan Labobar kepada sejumlah wartawan.

Pengacara terdakwa juga mengungkapkan, saat keterangan saksi dari JPU bernama Agus selaku Juru Parkir diindomaret, yang melihat kejadian dan dihadirkan pada sidang sebelumnya, jika Agus mengatakan bahwa pihak pelapor sudah disuruh berhenti dulu sebelum memundurkan mobilnya.

“Agus mengatakan bahwa yang mereka ini kan (teman pelapor) sudah disuruh berhenti dulu, ini dikasihkan kesempatan buat terdakwa mundur, tapi ini ada istilah dia enggak berhenti tapi dia mundur lalu, Akhirnya terdakwa tanya ke Agus ini karenakan kenal terdakwanya ke agus, siapa itu endak tahu tapi sudah ta suruh berhenti, ternyata dia enggak berhenti, terjadinya itu akhirnya terjadi cuma masalah ini saja biasa emosi anak muda,” tandasnya menjelaskan peristiwa, dengan terdengar celetuk yang mengatakan hanya karena viral perkara dilanjut.* Rhy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *