Top! Beraksi 5 Detik, Sehari 4 Motor, 3 Maling Spesialis di 100 Lokasi Ditangkap

Kota Tangerang, Warnakotanews.com –  Tiga tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial IB, AN dan RP berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.

Dalam beraksi mereka mengaku dapat menggasak satu motor hanya dengan waktu 5 detik. Dalam sehari dapat menggondol 2-4 unit motor.

Bacaan Lainnya

Komplotan ini sudah beraksi di 100 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Tangerang Kota, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dalam kurun waktu bulan September hingga awal Nopember 2022.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, dari hasil penyelidikan ada sekitar 5 (lima) orang tersangka yang terlibat dalam tindak pidana curanmor ini.

Sementara 2 tersangka lainnya berhasil kabur dan jadi buron dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak kepolisian.

“Mereka sudah melakukan kurang lebih di 100 titik lokasi di Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Sabtu (3/12/2022).

Menurutnya, 5 tersangka itu berbagi peran dalam tindakan pencurian kendaraan bermotor. Tersangka IB, AN dan RP yang berhasil ditangkap bertindak sebagai pemetik atau penggasak motor yang berada di tempat sepi untuk dibawa kabur.

“Tempat yang mereka incar adalah tempat parkir yang terbuka dan tidak ada penjaganya, umumnya parkiran di depan ruko dan minimarket sepi, serta komplek perumahan yang parkir di luar,” terang Kombes Zain Dwi Nugroho.

Ditambahkan, para tersangka ini menjual hasil curiannya ke daerah Lampung. Setiap motor mereka hargai Rp 2 juta kepada para penadah.

Adapun motor yang menjadi incaran kelompok ini berjenis matic.”Motor-motor hasil curian ini di bawa tersangka RP menggunakan mobil bak terbuka untuk dijual kepada penadah,” kata Kapolrestro Tangerang Kota.

Sementara itu dari hasil interogasi, sepeda motor hasil curian tersebut di jual ke penadah berinisial D yang saat ini masih DPO. “Penadah D (DPO) menjual motor-motor hasil curian itu sebesar Rp 5.000.000 per unit di daerah Lampung,” jelasnya.

Atas perbuatannya para tersangka didakwakan dengan pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5 KUHP Jo 55 KUHP dengan hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *