Surabaya,Warnakotanews.com

Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya ,Dr Joni Wahyuhadi, dr,, Sp. BS (K) dilaporkan ke Polda Jatim Terkait Dugaan Penipuan dan Penggelapan Uang Bank Garansi sebesar Rp 36 Juta. Rabu ( 23 Febuari 2022 ).

Laporan tersebut diungkapkan oleh
Komisaris Utama PT Ilham Akbar Bersama (IAB) Kgs, Dedi N.SE didampingi pengacaranya, Adi Gunawangsyah SH.MH.CPL.
Menurutnya “Kita adukan Dokter Joni ke Polda Jatim, tentang dugaan penipuan dan penggelapan,”

pengaduan tersebut lantaran RSUD Dr Soetomo Surabaya sudah mendapatkan keuntungan Rp 36 juta, dari pekerjaan tender Pengadaan Alat Kedokteran Elektronik Convulsive Therapy (ECT).

“Padahal tender tidak terlaksana, RSUD Dr Soetomo milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah diuntungkan,” tambah Dedi.

Dedi menyebut, RSUD Dr Soetomo mengambil uang Rp 36 juta dari bank garansi, juga dianggap tidak sesuai prosedur. “Jadi, seharusnya sebelum dia mencairkan bank garansi itu, harus mendapatkan stempel atau persetujuan inspektorat.

Pihak RSUD Soetomo juga harus mendapatkan rekomendasi dari pengacara negara (Datun),” tambah Dedi, pihaknya juga tidak pernah mendapat surat peringatan 1 dan 2 dari RSUD Soetomo, lantaran proses gagal.

Untuk diketahui, Mei 2021, RSUD Dr Soetomo Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka tender untuk pengadaan alat kedokteran senilai harga perkiraan sementara Rp 875 juta. Tender ini kemudian diikuti oleh 42 peserta, termasuk PT Ilham Akbar Bersama. Perusahaan asal Palembang ini pun menang dengan nilai penawaran Rp 720 juta.

Karena klaim force majeure (Bencana Pandemi Virus Corona) Distributor tidak dapat mendatangkan alat kesehatan dari Amerika. * Red

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *