Surabaya (warnakotanews.com) – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah berhasil mengungkap dugaan kasus tindak pidana korupsi, terkait perkara pemberian kredit modal pola Kepres kepada PT. Adhitama Global Mandiri Tahun 2020 dan menetapkan ke 4 (empat) orang diduga tersangka, Rabu (13/07/2022).

Ke 4 (empat) tersangka tersebut berinisial F, FNS, JS dan WP. Waktu itu dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari, mulai tanggal 13 Juli 2022 sampai dengan tanggal 01 Agustus 2022 pada Cabang Rutan Kelas 1 Surabaya.

Bahwa pada tahun 2020 tersangka WP mengetahui adanya proses tender untuk 3 kegiatan yang dibiayai oleh APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), yaitu :
1. Pembangunan Gedung Praktek Pembelajaran (SBSN) Madrasah Aliyah Negeri 3 Blitar, Kabupaten Blitar TA 2020 dengan nilai Rp 3.549.842.000,-
2. Pembangunan UM Mart Universitas Negeri Malang TA 2020 dengan nilai Rp 7.074.357.000,-
3. Pembangunan Gedung Gelanggang Prestasi Fakultas Administrasi Universitas Brawijaya Malang TA 2020 dengan nilai Rp 10.236.160.000,-

Oleh karena tersangka WP tidak mempunyai badan usaha, selanjutnya bersama Yoyok (almarhum) mendatangi tersangka JS selaku Direktur PT. Adhitama Global Mandiri (AGM) yang mempunyai kualifikasi perusahaan memenuhi syarat, untuk pinjam bendera guna mengikuti proses lelang hingga PT. Adhitama Global Mandiri (AGM) memenangkan lelang.

Bahwa untuk modal pelaksanaan pekerjaan tersebut, tersangka WP bersama Yoyok sekitar bulan Agustus 2020 datang di Bank Daerah Capem Bumiaji dengan menunjukan SPK (Surat Perintah Kerja) pekerjaan MAN 3 Blitar.

Selanjutnya tersangka F selaku Pimpinan Capem Bumiaji meminta tersangka FNS sebagai Penyelia Analis datang ke Capem, karena akan ada pengajuan kredit, setelah tersangka FNS bersama Novi selaku staf analis bertemu.

Kemudian tersangka FNS menuliskan persyaratan pengajuan KMK Pola Keppres yang diserahkan kepada tersangka WP dan untuk kekurangan berkas disampaikan tersangka FNS ke Fajar. Beberapa hari kemudian tersangka F menyerahkan SPK MAN 3 Blitar kepada tersangka FNS di Cabang Batu.

Bahwa tersangka FNS menanyakan kedudukan tersangka WP di PT. Adhitama Global Mandiri dan dijawab “pinjam bendera”, selanjutnya tersangka FNS menghubungi tersangka JS selaku Direktur PT. Adhitama Global Mandiri (AGM) untuk membuat surat pernyataan bahwa tersangka WP sebagai manajer keuangan pada PT. Adhitama Global Mandiri (AGM).

Untuk pembukaan rekening giro antara tersangka F dan tersangka FNS, mereka membuat kesepakat pembagian Funding di Capem Bumiaji dan lending di Cabang Batu. Pembukaan rekening giro ini, memakai atas nama PT. Adhitama Global Mandiri (AGM) dilakukan pada tanggal 07 Agustus 2020 di Capem Bumiaji.

Kemudian buku Cek PT. Adhitama Global Mandiri (AGM) telah ditandatangani oleh tersangka JS selaku Direktur dan Cek dipegang oleh tersangka WP, sehingga penarikan dilakukan oleh tersangka WP

PENGGUNAAN AGUNAN

Adapun Agunan yang dipergunakan pada PT. Global Mandiri (AGM) antaralain ;
– Pekerjaan MAN 3 Blitar, SHM NO.4083 An. Dyah Sulastri (ortu WP).
– Pekerjaan UM Mart UN Malang, SHM No.2074 An. Ngatemun Hariyono(ortu Yoyok)
– Pekerjaan Gelanggang UB SHM No.3461 An. Yoyok (almarhum)

Ketiga pemilik agunan tersebut bukan pemilik/pengurus atau keluarga pemilik/pengurus PT. Adhitama Global Mandiri (AGM).
Sesuai ketentuan yang berlaku seharus aset aset tersebut tidak dapat dijadikan sebagai agunan kredit PT. Adhitama Global Mandiri (AGM).

TIDAK DILAKUKAN PEMBLOKIRAN

Petugas Kredit tidak melakukan pemblokiran rekening PT. Adhitama Global Mandiri (AGM) No.1841000443 meskipun persyaratkan di BPP, bahwa KMK pola Keppres poin 9.1 halaman VIII-6 rekening debitur harus diblokir oleh cabang sebesar nilai kontrak yang dibiayai sampai kredit lunas.

Dengan tidak diblokirnya rekening debitur tersebut, menyebabkan tersangka WP dapat mencairkan seluruh termin proyek yang dibayarkan tanpa dipotong untuk angsuran kredit KMK Pola Keppres.

Pemblokiran tidak dilaksanakan karena Novi selaku analis pada bulan Oktober, setelah ada realisasi menghubungi Meirza selaku analis Capem Bumiaji namun tidak bisa dan menelpon melalui Praningtya selaku admin di Capem untuk disampaikan dan sudah dilaporkan.

Tetapi oleh Meirza mengatakan tidak pernah ada permintaan pada bulan Januari 2021. Novi bermaksud membuat nota tertulis yang di tanda tangani v untuk dikirim ke Capem, tetapi oleh tersangka FNS mengatakan tidak perlu cukup dengan lisan atau telepon saja karena proyek akan selesai.

Akibat tidak diblokirnya rekening debitur atas nama PT. Adhitama Global Mandiri (AGM), tersangka WP dapat mencairkan seluruh termin proyek yang cair di giro tanpa dipotong untuk angsuran kredit senilai, antralain ;
1. Pekerjaan pembangunan gedung praktek pembelajaran (SBSN) Madrasah Aliyah Negeri 3 Blitar TA 2020 senilai Rp. 1.544.000.000,-
2. Pekerjaan 2020 UM Mart Universitas Negeri Malang senilai Rp.2.700.000.000,-
3. Pekerjaan Pembangunan Gedung Gelanggang Prestasi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, Kota Malang TA 2020 senilai Rp.2.100.000.000,-

Pada bulan Februari rekening giro atas nama PT. Adhitama Global Mandiri (AGM) telah dilakukan pemblokiran dan terbayar Rp.827.000.000,- dan sisanya belum terbayar.
Terkait perkara Ini kerugian negara Bank Jatim Cabang Batu sejumlah Rp 5.487.000.000,-

Para tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1), pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. *Rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *