Surabaya,Warnakotanews.com
Wirjono Koesoema Klarifikasi atas pemberitaan di salah satu Media Onlen yang di beritakan pada tanggal 5 Juli 2022 ,terkait BPHTB.

Menurut Wirjono menerangkan ” Dimana perjanjian pengikatan jual beli ( PPJB ) nomor 79 tanggal 23 Januari 2015 di hadapan notaris Devi Chrisnawati, SH untuk dua rumah dengan nomor sertifikat SHM nomor 3132 dan 3133 yang berada di Jalan Lebak Jaya 3 Utara Nomor 30 dan 30 A, Surabaya antara pihak penjual yang bernama wirjono koesoema dan pihak calon pembeli yang bernama Simon Effendi.

Atas kuasa penjual nomor 80 tanggal 23 Januari 2015 telah dibuat dihadapan notaris Devi Chrisnawati ,SH dengan pemberi kuasa penjual adalah pihak penjual yang bernama wirjono Koesoema dan telah disetujui oleh jusniawati ngatino sebagai istri wirjono koesormo dan penerima kuasa jual adalah pihak calon pembeli yang bernama Simon Effendi kedua objek rumah dengan nomor sertifikat SHM nomor 3132 dan 3133 yang berada di Jalan Lebak Jaya 3 utara no 30 dan 30 A Surabaya.

Akte pengosongan Rumah Nomor 81 tanggal 23 Januari 2015 telah dibuat dihadapan notaris Devi Chrisnawati , SH untuk mengosongkan dua rumah dengan nomor sertifikat SHM Nomor 3132 dan 3133 yang berada di Jalan Lebak Jaya 3 Utara Nomor 30 dan 30 A Surabaya.

Fakta hukum yang terungkap dan terurai:

harga jual beli telah disepakati oleh para pihak 1 dan pihak 2 dengan nilai 1 miliar 183 juta telah terbayar total sebesar 195 juta dengan cara cicilan sebanyak 5 kali

Kisah pembayaran yang belum lunas total adalah sebesar Rp 998.000 juta dan atas kekurangan tersebut belum terbayar hingga 8 bulan

Selama 8 bulan menunggu sisa pelunasan pembayaran sebesar Rp 998.000 juta tersebut muncul penerbitan BPHTB pada tanggal 23 -11 – 2015 dengan cara pembayaran di Bank Jatim tanpa ada validasi yang diduga terjadi kesalahan Administrasi dalam penerbitan BPHTP dan berpotensi penyimpangan pajak daerah.

Telah penerbitan BPHTP pada tanggal 23 November 2015 dengan cara pembayaran di Bank Jatim tanpa ada validasi dan tampak pencantuman NPWP atas nama penjual terhadap setoran PPH final sebesar 5% diduga terjadi kesalahan administrasi setoran PPH final dan diduga berpotensi penyimpangan pajak negara.

Hasil penerbitan PBHTB pada tanggal 23 November 2015 dan setoran PPH final sebesar 5% yang telah dibayarkan di bank Jati menjadi dasar proses balik nama sertifikat SHM Nomor 31 32 dan 3133 yang berada di Jalan Lebak Jaya 3 Utara Nomor 30 dan 30a Surabaya, yang sebelumnya atas nama penjual Wirjono Koesoema berubah menjadi atas nama pihak calon pembeli yang bernama Simon Effendi titik sertifikat SHM nomor 3132 berubah hak kepemilikan pada tanggal 24 November 2015 dan SHM nomor 3132 berupa hak kepemilikan pada tanggal 25 November 2015.” Tutur Wirjono Koesoema Ats klarifikasi yang terhadap pemberitaan yang di beritakan fimedia onlen dan Yutub .*Rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *