Surabaya (warnakotanews.com), – Sepasang suami istri (pasutri) berbeda agama akhirnya bisa bernafas lega, pernikahan mereka diakui oleh Negara. Pasangan yang dimaksud, yakni beragama Islam dan Kristen, Selasa (21/06)

Pengadilan Negeri (PN) Surabaya angkat bicara dan mengizinkan pernikahan berbeda agama, pasangan Islam dan Kristen, perihal putusan yang telah disahkan dan tercatat dalam Penetapan Nomor 916/Pdt.P/2022/PN.Sby.

Dalam penetapan itu, Ke dua pemohon adalah calon pengantin, perempuan beragama Kristen dan laki-laki beragama Islam. Kemudian, Dukcapil diperintahkan segera mencatat pernikahan itu.

PN Surabaya beralasan putusan yang telah dikeluarkan dengan pertimbangan bahwa perbedaan agama tidak merupakan larangan untuk melangsungkan pernikahan.

“Memberikan izin kepada Para Pemohon untuk melangsungkan perkawinan beda agama di hadapan pejabat Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Madya Surabaya,” bunyi penetapan yang diketok oleh hakim tunggal Imam Supriyadi.

Dalam putusan itu disebutkan pemohon adalah calon pengantin pria RA dan calon pengantin wanita EDS. RA beragama Islam, sedangkan EDS beragama Kristen.

Mereka menikah sesuai agama masing-masing pada Maret 2022. Namun, pernikahan itu ditolak oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Surabaya karena perbedaan agama. Kemudian pasangan ini mengajukan penetapan ke PN Surabaya agar diizinkan menikah, meski berbeda agama.

Wakil Humas PN Surabaya Gede Agung saat dikonfirmasi mengenai putusan ini mengatakan pernikahan berbeda agama harus tercatat di Dispendukcapil Pemkot Surabaya lebih dulu. Namun, hal itu juga harus sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak pemohon.

“Iya, dicatat di Disdukcapil. Iya, bisa saja (pernikahan beda agama) tergantung kesepakatan kedua mempelai,” kata Gede dikutip dari detikcom.

Gede menambahkan, keputusan itu tak hanya berlaku bagi Islam dan Kristen saja, tetapi seluruh agama yang sah di Indonesia. Itulah yang menjadi dasar untuk mengabulkan permohonan nikah beda agama.

“Perkawinannya sah. Ada kesepakatan untuk dicatat di Disdukcapil, termasuk restu orang tua atau keluarga. Secara pokok seperti itu, ya. Pada pokoknya permohonan bisa saja diajukan, termasuk permohonan untuk pencatatan perkawinan beda agama lainnya,” ujarnya.@Rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *