Sidoarjo,warnakotanews.com
Upaya pembebasan belasan pegawai yang diduga disekap di sebuah restoran ayam goreng di Jalan Geluran, Kecamatan Taman, Sidoarjo, diwarnai keributan, Rabu lalu.

Pemilik usaha yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Suriah sempat melakukan perlawanan dengan mengusir petugas dan mencoba menutup pintu teralis besi.

Ketegangan memuncak saat Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji tiba di lokasi bersama petugas gabungan.

Pria asing berinisial DW, pemilik resto tersebut, berusaha keras menghalangi rombongan yang hendak masuk untuk melakukan pengecekan.

Adu mulut hingga nyaris terjadi gesekan fisik tak terhindarkan ketika DW mendorong sejumlah petugas dinas keluar dari ruang utama resto. Situasi kian memanas saat belasan pegawai yang diduga menjadi korban penyekapan berhasil

dikumpulkan dan didata oleh petugas.
Tak pandang bulu, DW bahkan mengusir semua orang yang berada di ruang utama, termasuk Wabup Mimik Idayana, Wawali Armuji, serta aparat kepolisian yang mendampingi.

Kuasa hukum korban, Fahim Attamimi, mengungkapkan bahwa berdasarkan temuan awal, restoran ayam goreng tersebut diduga hanya modus untuk merekrut pegawai.

“Resto ini sudah enam bulan berjalan tapi tidak memiliki izin resmi dan tidak kunjung beroperasi,” ujarnya.

Selain masalah perizinan, pemilik usaha juga diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap karyawannya.

Lantaran tidak mengantongi izin operasional dan diduga melakukan pelanggaran pidana, petugas langsung mengambil tindakan tegas berupa penutupan dan penyegelan lokasi usaha.

Sementara itu, DW kini telah diamankan oleh penyidik Imigrasi Kelas I Khusus TPI Juanda untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait pelanggaran keimigrasian.

Jika dalam pemeriksaan perkara pidananya tidak terbukti, DW akan langsung dideportasi dalam waktu 7×24 jam pasca-penahanan. *ref

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *