Bina Anak Usia Dini, Satlantas Bogor Kota Kolaborasi Bareng Pasukan Pelopor Korps Brimob

KOTA BOGOR – Untuk membina anak usia dini, Satlantas Polresta Bogor Kota Polda Jabar menggelar kegiatan bertajuk Wisata Pendidikan ke Kantor Polisi.

Menariknya, dalam kegiatan di Mako Brimob Polri Kedung Halang Bogor ini Satlantas berkolaborasi dengan Resimen 2 Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Bismo Teguh Prakoso menjelaskan, Wisata Pendidikan ke Kantor Polisi merupakan rangkaian kegiatan Polisi Sahabat Anak di Kota Bogor yang sebelumnya melaksanakan Gebyar Polisi Sahabat Anak.

“Masih dalam rangkaian Gebyar Polisi Sahabat Anak di lapangan Sempur belum lama ini,” ucap Kombes Bismo dalam keterangannya, Kamis (26/1/2023).

Bismo menekankan kepada seluruh anggotanya untuk selalu melakukan pendekatan humanis, persuasif dan bersifat edukatif kepada masyarakat, termasuk kepada anak-anak.

“Kegiatan Polisi Sahabat Anak merupakan Program Nasional Keselamatan jalan yang memang sudah diamanatkan dalam Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, serta dapat dijadikan wadah untuk menggambarkan wajah Polri yang lebih humanis dan bersahabat dengan anak-anak,” papar Kombes Bismo.

Sementara itu Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria mengatakan, kegiatan Wisata Pendidikan ke Kantor Polisi diisi dengan pengenalan profesi kepolisian. Baik tugas umum dan tugas-tugas Brimob.

Menurutnya kegiatan yang dipandu oleh anggota Resimen 2 Pelopor Bripda Cakra tersebut berlangsung sangat meriah.

“Para peserta yang terdiri dari 350 anak dari TK, RA dan SPS di Kota Bogor nampak antusias berinteraksi dengan para petugas yang hadir,” terang Kompol Galih.

Ditambahkan, kegiatan juga diisi dengan materi pendidikan lalu lintas untuk anak usia dini oleh Kasubnit Kamsel Satlantas Polresta Bogor Kota Ipda F. EK Susilo.

“Kebiasaan untuk disiplin dan tertib harus dipupuk dari usia dini, anak-anak kita ini berada dalam periode emas mereka meniru dan mengadopsi apa yang dilihat dan didengarnya, maka peran para pengajar aatau pendidik serta orang tua sangatlah penting,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *