Tiga Terdakwa Diduga Pengeroyokan Di Showroom Dituntut 5 Bulan

Surabaya,Warnakotanews.com
Sidang lanjutan perkara kasus pengeroyokan terdakwa Terry Immanuel Yoseph Winarta, Tri Tulistiyani dan Joko Rianto,

Dalam fakta persidangan yang di gelar di PN Surabaya yang di ketua oleh Majelis Hakim Sutarno SH,MH bahwa
Tiga terdakwa dituntun oleh JPU Damang Anubowo SH menjatuhkan tuntutan 5 bulan penjara.

Saat membacakan amar putusan pengeroyokan yang menyebabkan luka ringan, luka berat Nomor Perkara 2285/Pid.B/2022/PN Sby. Bahwa terdakwa I Terry Immanuel Yoseph Winarta bersama-sama dengan terdakwa II Tri Tulistiyani dan terdakwa III Joko Rianto, pada hari Sabtu tanggal 19 Februari 2022 sekitar jam 11.00 WIB atau pada suatu waktu tertentu dalam bulan Februari tahun 2022 bertempat di dalam Showroom Manna Mobil Jalan Kertajaya No. 210 Surabaya atau pada suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Surabaya yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya.

Bahwa berdasarkan Visum Et Repertum Nomor : 058/SD.Pem.15/RSMMC/II/2022 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Manyar Medical Centre Jalan Raya Manyar No.9 Surabaya dengan dokter pemeriksa dr. Khaulah Robbani Dzikrullah tanggal 19 Februari 2022 pada pukul 13.45 WIB telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi Lauw Shirley Andayani Loekito dengan hasil pemeriksaan luka gores sepanjang 4 cm pada lengan kanan atas, luka gores sepanjang 1 cm pada telapak tangan kanan, luka gores sepanjang 2 cm pada leher bagian belakang dengan korban telah mendapatkan perawatan luka.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Terry Imanuel Yoseph Cs dengan pidana 5 bulan penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” ucap Damang.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa, Rolland E Potu menjelaskan bahwa klienya dengan sengaja tetap diyakini oleh JPU bersama melakukan dugaan tindakan pasal 170 ayat 1 KHUP sehingga dituntut 5 bulan penjara.

“Kami pada prinsip serta bersikukuh sesuai fakta persidangan saksi a de charge dari jaksa dan bukti bahwa dua saksi mencabut BAP,” jelas Rolland.

Ia menambahkan kami menghormati proses tuntutan akan tetapi klien kami bersentuh dengan korban tidak ada sama sekali makanya akan kita tanggapi pledoi, ujarnya.* Rhy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *