Warnakotanews.com, Bangil – Oknum Hakim dan oknum Panitera PN Bangil diduga melanggar hukum acara perdata, Terkait perkara gugatan Nomor ; 13.Pdt.G/2019 / PN.Bil. Dimana dalam putusan hakim yang menyatakan demi hukum sah dan berharga pelaksanaan Sita Penyesuaian terhadap Obyek Sita 1, II dan III dengan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam diatasnya berupa beberapa Peralatan Pabrik yang menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan melekat Mesin-mesin Operasional Pabrik yang dilakukan oleh Jurusita Pengadilan Negeri Bangil.

Namun pada kenyataan tidak dilakukan oleh juru sita PN Bangil dan hakim yang menyidangkan, Lantaran adanya kebijakan pada Ketua Pengadilan Bangil, pada saat itu Dewantori SH,MH .

Padahal melalui H.Akhmad Mustofa Selaku Penggugat sudah membayar panjar Eksekusi senilai Rp 9.775.000 pada perkara nomer 13.Pdt.G/2019 / PN .Bil. Sayangnya hingga sampai saat ini Eksekusi Belum Dilakukan.

Menurut Humas Pengadilan tinggi Surabaya, Elang prakososo SH,MH pada wartawan mengatakan, “sebelum Hakim akan menyatakan mengabulkan sita persamaan , hakim yang menyidangkan sudah membuat penetapan sita dulu”, tuturnya.

Kenapa demikian ? Hakim memerintakan juru sita ke lapangan untuk melakukan penyitaan dan ditegukan dalam berita acara penyitaan pada nomer perkara yang dinyatakan putusan secara sah dan berharga.

“Kalau hakim yang menyidangkan tidak menjalankan putusan tersebut maka hakim yang menyidangkan perkara tersebut melanggar hukum acara perdata”, Ujar Elang Pada wartawan.

Mengenai perkara ini, menurut Juru Bicara yaitu Afif Januarsya SH MH sekaligus yang menyidangkan, perkara gugatan nomer 13 .Pdt G/2019/PN.Bil menerangkan, “bahwa perkara tersebut sudah inkra dan Pengugat mengajukan permohonan Eksekusi , apalagi sudah membayar panjar eksekusi namun Eksekusi tersebut tidak dijalankan karena merupakan kebijakan atas ketua Pengadilan”, Ujar Afif pada wartawan.

Di tempat lain, Mantan Ketua PN Bangil yaitu Dewantoro SH MH yang sekarang menjadi Hakim di Pengadilan Negeri Surabaya mengatakan, “Pada saat itu saya sudah mengeluarkan penetapan Eksekusi tinggal Panitranya sudah melaksanakan Eksekusi, Kalau Panitranya tidak menjalankan harus ada laporannya”, tutur Hakim Dewantoro SH,MH.

Perlu diketahui dalam putusan nomer 13/Pdt.G/2019 /PN.Bil menyatakan demi hukum sah dan berharga pelaksanaan sita penyesuaian terhadap Obyek Sita I, II dan III, dengan segala sesuatu yang berdiri dan tertanam diatasnya berupa beberapa Peralatan Pabrik yang menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan melekat Mesin-mesin Operasional Pabrik yang dilakukan oleh Jurusita Pengadilan Negeri Bangil. Putusan Sudah Inkra namun penyitaan tidak dijalankan oleh Oknum Hakim dan Panitera PN Bangil.@Red

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *