Surabaya /Warnakotanews.com
Dua saksi korban dihadirkan dalam sidang perkara investasi bodong dengan terdakwa Annie Halim dan Lim Victory Halim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (21/3/2022). Dua saksi itu adalah Endry Sutjiawan dan Dani Widyanto.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai hakim Yoes Hartyarso. Saksi Endry mengatakan, dirinya ditawari marketing PT Millenium pada Mei 2015 dengan deposito dengan bunga 11 persen per tahun.

Lantas Endry tertarik dan menyetorkan sejumlah uang secara transfer lewat bank pada PT Berkat Bumi Citra (BBC) secara bertahap.

“Pertama mama saya setor uang Rp 335 juta, lalu saya Rp 500 juta dan setor lagi Rp 600 juta. Sehingga total uang yang sudah disetor sebesar Rp 2,413 miliar,” ujar Endry.

Endry juga mengaku mendapatkan keuntungan atau bunga , sesuai yang dijanjikan oleh marketing perusahaan. Namun sejak bulan Agustus hingga September 2016, saksi tidak lagi mendapatkan bunga atau keuntungan dari investasi yang ditanamkan.
“(Ternyata) mereka hanya janji-janji dan terakhir disodori akta dari PT Bumi Citra Pratama untuk mengganti (kerugian) berupa tanah dan gudang di Cikande pada 2017,” Ucapnya.

Sementara saksi Dani Widyanto diperiksa dan ditanya oleh JPU Wiwid, apakah pernah mengecek PT Millenium itu terdaftar dalam OJK atau tidak. Namun, Endry tidak pernah mengecek dan marketing perusahaan tersebut selalu menyebutkan, bahwa PT nya besar dan asetnya banyak.

Saat Ketua Tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa , Supriyadi SH., M.H dan Ahmad Imam Santoso SH bertanya pada saksi, apakah menandatangai perjanjian ?

“Saya tanda tangani perjanjian,” jawab saksi singkat.

Lagi-lagi, Supriyadi dan Ahmad Imam SH bertanya, apakah saksi mengetahui adanya PT BBC pailit dan PKPU pada 2017 ?

“Tagihan saya ditagihkan lewat sales Wewe dan Iik,” jawab saksi Dani Widyanto.

Usai persidangan, Supriyadi SH penasihat hukum terdakwa mengatakan, bahwa ada produk investasi Medium Term Note (MTN) PT. Berkat Citra Pratama, ada bilyet dan ada perjanjian penempatan dana.

“Jadi, menurut hasil persidangan tadi, perjanjiannya keperdataan sebenarnya. perkara ini adalah perkara keperdataan,

Kalau. Memang klien saya didakwa pasal 378 KUHP . Apakah ada bujuk rayunya dan korban tersebut pernahkah bertemu dengan terdakwa ternyata hanya ketemu dengan Marketingnya saja, memang pernah ketemu pada saat gagal bayar dimana MTN di ganti PPJB ,penggantian ini bukan di Cross tetapi hanya jaminannya saja uang kembali .

Dalam hal ini bujuk rayunya dimana ? Sedangkan pidana ini. Hanyalah materil yang kita ungkapkan .
Dalam perkara ini peranan terdakwa ini dimana karena tidak pernah ketemu atau adanya bujuk rayu terhadap korbannya.

Sejauh ini dalam sidang belum ada Titi temunya bahwa terdakwa sebagai penipu atau pasal 378 Kuhp.

Dianggap pasal bank gelap atau Undang Undang Perbankan , yang dimaksud undang undang perbankan adalah dimana seseorang menghimpun dana dari masyarakat , menyalurkan ke masyarakat dengan mendapatkan bunga atau jasa Deposito , lah ini tidak ketika di cek perusahaan ini tidak terdaftar di OJK dan BI , sedangkan perusahaan ini memang tidak bergerak di bidang perbankan , Perusahaan ini bergerak dibidang Properti dan ada perjanjiannya dan ada Bilyet semacam jatuh tempo, sebelum diperpanjang semua ada perjanjiannya, perusahaan ada pailitnya, terkait mengingkari sebenarnya tidak ada karena terdakwa ini menawarkan, kalau PPJB inikan insiatifnya ndoro dia hanya ketemu lalu tanda tangan saja , dan perananya Ndoro ini selaku apa? Dalam hal ini perlu kita ketahui kapan sih terjadinya pidana ini ? Disini ada dugaan marketingnya diduga memberi janji janji supaya dapat free , bisa juga arahnya ke marketing . Ujar Supriyadi SH pada wartawan.

Sementara Menurut jaksa Adi SH ,” Bahwa dalam keterangannya saksi korban telah menyerakan sejumlah uang untuk Deposito namun waktu yang ditentukan bunga ples pokok depositonya tidak dikembalikan oleh PT BCP

Unsur dari dakwaan Jaksa atas Keterangan Dua saksi sangat memenuhi
1 .memang ada janji janji dengan PT BCP dengan modal dan dalam jangka waktu yang ditentukan ternyata dan dari PT BCP tidak terpenuhi . Itu merupakan pasal dakwaan penipuan.

Sedangkan untuk pasal Perbankan bahwa uang yang ditransfer oleh PPJB tidak terdaftar di OJK maupun bank Indonesia, Berdasarkan keterangan saksi Dani Wijayanto , memang setelah ada kerugian yang dialami semacam ada data pengembalian wujud Ruko yang dituangkan dalam PPJB dalam jangka 2 tahun ruko tersebut tidak ada dan tanah kosong tidak ada.”ujarJaksa Adi SH.* Red

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *