
!Surabaya, warnakotanews.com
Bagi sebagian orang, kemerdekaan dirayakan dengan upacara atau perlombaan. Namun bagi Paguyuban Pedagang Pasar Indrakila (PPPI) Surabaya, merdeka adalah sesuatu yang mahal: meliburkan diri dari rutinitas mencari nafkah demi menyapa ketenangan.
Tepat pada peringatan HUT RI ke-81, Senin (17/8/2026) lalu, ratusan pedagang tradisional ini memilih “menutup toko” serentak.
Mereka menggelar jalan-jalan bersama ke Wisata Sumber Maron dan Masjid Tiban di Malang.
Bagi para pelaku UMKM ini, kemerdekaan sejati adalah menyempatkan waktu berlibur. Maklum, demi menghidupi keluarga,
mereka praktis bekerja 365 hari tanpa jeda.”Kemerdekaan pedagang yaitu liburan.
Maka dari itu, kami pengurus paguyuban mengajak pedagang ke Sumber Maron dan Masjid Tiban,” ujar Ketua PPPI Surabaya, Hj. Yani.
Yani menegaskan, agenda tahunan ini bukan sekadar plesiran kosong. Ini adalah cara merawat solidaritas dan kekompakan sesama pedagang kecil agar tidak tergerus zaman.
Sebelumnya, PPPI juga sukses menggelar tour ke Yogyakarta hingga ziarah Wali Limo.
Di akhir momentum ini, Yani juga menyelipkan pesan tajam bagi pemangku kebijakan. “Kami hanya pedagang kecil yang butuh support dari pemerintah kota. Karena itulah semangat bagi kami,” pungkasnya.+ rhy