Surabaya,warnakotanews.com
Esensi Hari Raya Idul Adha tidak pernah sekadar tentang ritual penyembelihan hewan kurban.

Di balik setiap tetesan darah hewan yang disembelih, ada pesan mendalam tentang kerelaan, pengikisan ego, dan penguatan jalinan sosial antarmanusia.

Nilai-nilai mulia inilah yang mendasari keluarga besar Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya saat menggelar ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada Jumat (29/5/2026), yang bertepatan dengan hari tasyrik atau hari raya ketiga, setelah hari raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Sejak fajar menyingsing, halaman belakang kantor Pengadilan Tinggi Surabaya sudah disulap menjadi area semi-terbuka yang tertata rapi.

Para pegawai, staf, dan panitia kurban tampak kompak mengenakan pakaian kerja kasual, siap bahu-membahu melaksanakan tugas keagamaan tahunan ini.

Pada perayaan kali ini, Pengadilan Tinggi Surabaya berhasil menghimpun hewan kurban dalam jumlah yang cukup besar, yakni sebanyak 8 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Hewan-hewan kurban tersebut dipastikan telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat guna menjamin kualitas daging yang aman dan layak konsumsi bagi masyarakat.

Mengikis Kesombongan Melalui Keikhlasan Berbagi
Panitia Kurban PT Surabaya, Sigit Sutriono,S.H. M.Hum dan Sifa’urosidin,S.H.,M.H.
selaku humas , memberikan penjelasan komprehensif mengenai latar belakang spiritual dari kegiatan ini.

Sigit menekankan bahwa ibadah kurban merupakan sarana pengingat yang sangat efektif bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan staf di lingkungan peradilan untuk selalu membumi.

“Tujuan utama dari ibadah kurban ini, tidak lain dan tidak bukan, adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kami ingin momen ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk mengikis kesombongan dan ego pribadi.

Dalam dunia kerja, kadang ego sektoral atau kesombongan jabatan bisa muncul.

Lewat berkurban, kita diingatkan kembali bahwa jabatan, harta, dan semua yang melekat pada diri kita hari ini adalah milik Allah SWT,” ujar Sigit dengan penuh kesungguhan .

Sigit menambahkan bahwa dimensi sosial dari Idul Adha diwujudkan secara nyata melalui solidaritas antarsesama. “Kita hidup di tengah masyarakat, dan sebagai institusi hukum, kita juga harus memiliki kepekaan sosial.

Berbagi daging kurban kepada teman, staf bawah, dan warga sekitar adalah cara kami merajut kebersamaan dan menunjukkan bahwa pengadilan hadir untuk semua lapisan,” imbuhnya.

650 Kupon Didistribusikan Tepat Sasaran
Untuk memastikan proses distribusi berjalan dengan tertib, transparan, dan menghindari kerumunan yang tidak perlu, panitia telah menyiapkan dan menyebarkan sebanyak 650 kupon daging kurban.

Manajemen distribusi ini diatur secara matang berbasis data agar seluruh paket benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

Daging kurban dikemas secara higienis dan disalurkan ke beberapa klaster penerima.* rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *