Oknum Penyidik Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, diduga Rekayasa Hukum

Surabaya,Warnakotanews.com

Laporan polisi (LP) perkara penganiayaan nomor LP/ B/936/Vlll/2022/SPKT/ POLRESTABES Surabaya, tanggal 21 Agustus 2022. Yang patut diduga keras adanya permainan dan rekayasa Hukum yang dilakukan oleh oknum penyidik di Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Yang seharusnya bahwa perkara ini Perkelahian sata lawan satu bukan penganiayaan.

Dan atau bukan pasal 351 KUHP ( Hakikatnya semua penganiayaan yang bukan penganiayaan berat dan bukan penganiayaan ringan ), yang telah apa tertuang dalam surat Panggilan nomor S.pgl/2677/Xll/Res.1.6/2022/Satreskrim.Tanggal 28 Desember 2022.

Perlu diketahui dan juga sama sama di pahami di antara perkelahian satu lawan satu dan atau penganiayaan itu sudah berbeda Pasalnya . Namun untuk perkara ini kesannya diduga dikondisikan .

Perkara ini diduga sudah menyimpang dari Standar Operasional Prosedur (SOP), Kejanggalan diperkara ini ada beberapa kategori, dari tahap-tahapannya ; – belum ada panggilan pertama untuk terlapor ditahap Penyelidikan, muncul panggilan ke 2 (dua) ke tingkat Penyidikan

Dalam surat Panggilan nama dan alamatnya pun salah .walaupun dikirim lewat pos tetapi ada pengembalian surat yang diterima oleh staf pokrestabes ( bukti di redaksi ) .

3 . Oknum penyidik hanya mendengarkan ibarat dengar dengar dari pembicaraan orang lain kalau terlapor inisial R pergi keluar negeri langsung digelar dan dinaikan ke tingkat penyidikan , tanpa di krocek atua dicek kebenarannya .dengan notabene bawah sudah melakukan panggilan ke 1 dan 2 terlapor R tidak hadir .( Padahal nama dan alamat salah ) .

Didalam undangan panggilan dimana terlapor inisial R dijerat pasal 351 KUHP yaitu tindak pidana penganiayaan bukan perkelahian disini oknum penyidik menerapkan pasal yang diduga salah.

Namun di Kaji ulang lagi di undangan tersebut tertuliskan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP-Dik/ 672/Xll/Res.1.6/2020/Satreskrim. Tanggal 28 Desember 2022 .tahun yang tertuliskan tahun yang berbeda.

Dari hasil klarifikasi wartawan ke oknum Penyidik Aiptu Edi Unit Resmob Polrestabes Surabaya, saat ditemui di ruangannya, Selasa 10/01/2023 .

Mengatakan ” Surat panggilan ini hanya keterangan saksi, dan penyidikan atau penyelidikan itu sama saja “. Terang Penyidik .

” Sudah kami sesuaikan dengan benar dan atau sudah ada panggilan pihak-pihak yang terkait dan perkara sudah ada gelar, ” ungkapnya .

Saya udah sesuai prosedur , ada bukti pengiriman surat lewat via pos, ujarnya . Kalau memang kita kirim salah alamat mestinya surat kembali .ini tidak kembali .

Lantaran dalam sudah gelar dan ditingkatkan ke tingkat penyidikan panggilan 1 tidak hadir dipanggilan kedua saya sendiri yang mengantar ke rumahnya terlapor .ujarnya Aiptu Edi .

Sementara ditempat lain pihak kantor pos Kantor Pos Indonesia, jalan Kebon Rojo, Surabaya waktu diklarifikasi awak Media menyatakan bahwa pengiriman beberapa surat ( Dokumen ) atas penerima Ricky Messak yang beralamatkan kota Griyorejo, Kabupaten Gersik sudah di kembali ( 07/12/2022) ke Polrestabes Surabaya .( Bukti di red )

” Pengiriman Dokumen/ barang yang alamat tidak ditemukan akan dikembalikan ke sipengirim, seperti halnya yang dari polrestabes ” jelas pegawai kantor Pos yang gak mau disebut namanya .

” Ya kalau di itansi kebanyakkan tidak mau menyebutkan nama penerima hanya kesatuannya .” Tambahnya Pegawai Pos .

Diwaktu hari yang sama ditempat yang berbeda, waktu di konfirmasi awak media orang tua terlapor menjelaskan bahwa ” apa ini, panggilan apa dari Nama terlapor aja sudah salah, alamat pun gak jelas, katanya sudah beberapa kirim surat Panggilan, tetapi kita gak pernah terima bahkan waktu saya datangi tadi siang Penyidiknya ternyata alamat salah, tapi meski dengan alamat yang salah Surat Panggilan tersebut nyampai dirumah saya “, lantaran penyidik sendiri yang ngantar ke rumah beber Suhartati orang tua terlapor.

“Mana mungkin alamat salah tapi nyampai kerumah saya, diduga adanya penunjukkan,” tambah Suhartati .

Sementara menurut ahli pidana Iwayan Titip saat dikonfirmasi mengatakan, Kalau nama terlapor salah dan alamat terlapor juga salah …Surat panggilan penyidik kepolisian tidak sah…
Proses selanjutnya juga tidak sah , ujar I Wayan Titip .* Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *