Surabaya,Warnakotanews.com
Patut diacungi Jempol gebrakan (Kejari) Surabaya didalam meresmikan rumah penyimpanan barang bukti perkara pidana.

Tujuan Rumah tersebut sebagai Penyediaan tempat barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap ini merupakan inovasi pertama dilakukan Kejaksaan di Jawa Timur.

Walaupun Gedung barang bukti tersebut merupakan bantuan dari Pemkot Surabaya sebagai bentuk pelayanan publik.

Senada menurut Danang Suryo Wibowo, selaku Kepala Kejari Surabaya mengatakan, fungsi gedung tersebut sebagai barang bukti yang akan dimanfaatkan untuk penyimpanan barang bukti dan barang rampasan perkara yang masih berjalan dan yang telah berkekuatan tetap (inchraht). “Gedung barang bukti ini merupakan bantuan dari Pemkot Surabaya dengan status pinjam pakai” ujarnya kepada wartawan.

Selain meminjamkan lahannya, Pemkot Surabaya juga memberikan hibah pembangunan bangunan gedung barang bukti. Gedung barang bukti ini memiliki luas total 4 ribu meter persegi, dengan luas bangunan sekitar seribu meter persegi.

Danang menjelaskan, gedung barang bukti merupakan tempat penyimpanan barang bukti sebelum dikembalikan kepada korban kejahatan. “Jadi intinya di sini adalah tempat penyimpanan dan showroomnya. Nantinya di sini kami juga bisa melalukan pengantaran barang bukti secara gratis kepada masyarakat,” paparnya.

Gayung bersambut senada dan seirama menurut Eri Cahyadi, selaku Wali Kota Surabaya mengatakan, pinjam pakai lahan dan hibah pembangunan gedung barang bukti dari Pemkot Surabaya ini merupakan bentuk pelayanan kepada warga Surabaya. “Jadi jika ada permasalahan hukum, maka warga Surabaya bisa lebih mudah dalam melakukan pengambilan barang bukti,” terangnya.

Eri menjelaskan, pembangunan gedung barang bukti Kejari Surabaya menelan dana sebesar Rp 3 miliar, yang bersumber dari dana hibah Pemkot Surabaya. “Total pembangunan (gedung barang bukti) Rp 3 miliar. Tapi yang perlu dilihat, bagaimana warga Surabaya bisa lebih dipermudah, maka tugas saya sebagai Walikota Surabaya bisa memberikan kemudahan tersebut,” papar Eri.

Selain Walikota Surabaya, peresmian gedung barang bukti ini juga dihadiri oleh Firdaus, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim, perwakilan Pengadilan Negeri Surabaya, perwakilan Polrestabes Surabaya, dan sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya.

Wali Kota Eri sangat yakin dengan pendampingan dari pihak kejaksaan, maka aset Pemkot Surabaya akan kembali semuanya, karena pendampingan yang dilakukan oleh mereka dinilai sangat luar biasa dan intens.

“Kejati Jatim, Kejaksaan Surabaya, Kejaksaan Tanjung Perak sangat luar biasa dan intens untuk pengamanan dan pengembalian aset negara, semoga bisalah kembali semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ira Tursilowati menjelaskan secara detail deretan aset pemkot yang sedang diupayakan pengembaliannya oleh pihak kejaksaan.

Adapun penyelamatan aset yang sudah berhasil diselamatkan oleh Kejati Jatim adalah tanah di Jalan Pemuda No. 17 Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng.

“Aset seluas kurang lebih 2.143 meter persegi itu sudah dilakukan penyerahan berdasarkan Berita Acara tanggal 26 Januari 2022 dengan Bantuan Tim Tindak Pidana Khusus Kejati Jatim. Penyusunan draf perjanjian penggunaan tanah antara Pemkot Surabaya dengan PT Maspion juga didampingi oleh Tim Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Jatim,” kata Ira.

Selain itu, aset pemkot yang saat ini masih terus dilakukan upaya pendampingan hukum adalah Waduk di Wiyung yang tanahnya kini sudah disita oleh Kejati Jatim, tanah aset di Jalan Ngagel 153-155 Surabaya yang di Klaim PT. Iglas, tanah aset berupa Hak Pakai 9 (Tanah Makam Pahlawan), tanah aset PDAM di Jalan Basuki Rahmat No. 119-121 Surabaya.

Selanjutnya, ada aset berupa Kolam Renang Berantas di Jalan Irian Barat No. 37-39, Permasalahan aset Pemerintah Kota Surabaya di Jl. Urip Sumoharjo yang dimanfaatkan oleh Yayasan Udatin, aset Mansyur Tjipto, dan aset Wisma Karanggayam (PT. Persebaya).

“Jadi, aset-aset ini masih terus didampingi proses hukumnya oleh Kejati Jatim,” tegasnya.

Sedangkan aset pemkot yang sedang dilakukan pendampingan oleh Kejaksaan Negeri Surabaya adalah tanah di Wonorejo Rungkut (Djuki), tanah di Nginden Jangkungan (PT Ready Indah), BTKD Panjang Jiwo di Wonorejo Rungkut (Masjid Nurul Islam), tanah di Rungkut Kidul (eks Taksi Metro), tanah di Tenggilis Mejoyo (sebelah Bawaslu, Jl. Rungkut Mejoyo Selatan VII), dan tanah di Penjaringan Sari (Jl. Pandugo Sari XI).

“Ada pula sebagian GS 223/S/1991 Balas Klumprik (Hutan Kota) berupa tanah, GS 311/S/1991 Sumurwelut berupa waduk atau bozem, GS 313/S/1991 Sumurwelut berupa lapangan, tanah di Lidah Kulon (Uddin) berupa fasum, tanah di Jalan Mayjen Sungkono No. 85 A Surabaya, dan tanah di Wonorejo (depan taxi orange),” katanya.

Kemudian aset pemkot yang sedang dilakukan pendampingan oleh Kejaksaan Negeri Tanjung Perak adalah tanah pengganti Bk3S yang berupa fasum, lalu ada tanah di Jalan Bulak Kenjeran III (SHP No 4), dan tanah aset berdasarkan SHP No. 60 Kelurahan Sumberejo.

  • “Jadi, kami terus didampingi oleh pihak kejaksaan untuk menyelamatkan aset-aset ini. Semoga semuanya bisa segera kembali supaya bisa kita manfaatkan untuk warga Kota Surabaya,” pungkasnya.* Rhy
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *