Dialoq Interaktif , Generasi Milineal ,Jangan Lupahkan Sejarah

Surabaya,warnakotanews.com
Awalnya, media sosial diperuntukkan sebagai ruang komunikasi dan informasi mereka yang terpisah jarak,
Namun seiring perkembangan zaman, media sosial banyak mengambil peran
dalam kehidupan, hingga ke hal-hal yang positif hal hal yang negatif Nah banyaknya dampak buruk dari penggunaan medsos, kini banyak
membawa kekhawatiran banyak pihak, sehingga generasi kita melupakan sejara terutama idiologi Pancasila akan sirna secara perlahan lahan .

Melalui Forum Pembangunan Kebangsaan Kota Surabaya, yang diketuai oleh Suhadak Surya Hendroyono SH, mengajak Forum Komunitas melalui Dialog Interaktif dengan tema Jangan lupakan sejarah.

Acara ini diadakan di ruang baskebangpol , Jalan Jaksa Agung Suprapto Surabaya , untuk menanamkan Agar generasi bangsa tidak terpengaruh dengan dunia luar negeri . padahal di negeri kita Indonesia banyak sejarah .

kalau tidak mengandeng forum forum yang lebih besar diantranya Mahasiswa , ormas , seluruh toko toko, baik dari pemerintah melalui Dinas dinas .untuk mengubah menset generasi agar tumbuh dengan cerdas.

Menurut Suhadap kepada awak media , menerangkan
langkah kita pertama memberikan arti dan memahami arti sejarah yng merupakan landasan bagi diri kita , untuk menata Indonesia ini , sebagai negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia .sejarah itu di tanamkan sejak dini agar generasi muda tidak akan melupakan sejarah .Sabtu,( 24 Febuari ,2024 ) .

dalam hal ini Suhadak sudah mempunyai program sejak tahun 1995 untuk membangun , mengubah dan menanamkan sejarah muli dari SD, SMA dengn pendidikan dimana untuk mengunjungi tempat tempat bersejarah di kota Surabaya , namu program kami tidak berjalan dengan baik tentu kiranya pihak pemerintah mengangkat kembali , memperkenalkan kembali sehat kepada anak anak, ujarnya.

salah satunya dengan berdirinya Rumah Bhinneka ini, maka tugas baru kita telah dimulai, kita ditantang dan diharapkan menyatukan umat di Kota Surabaya agar tidak ada kerusuhan dan apapun ajaran yang masuk di Kota Surabaya ini dan tetap saling berpegangan tangan untuk kolaborasi menjaga toleransi antar suku dan agama di Kota Kita Tercinta, dari sinilah kita akan mengenal Termasuk Sejarah sejara dari antar suku .

sementara menurut Bagus Setyo , bahwa kegiatan pada hari ini merupakan wawasan , dan saling mengenal satu sama yang lain kepada ormas ormas , karena di kota Surabaya ada 200 lebih ormas, dengan materi Jangan lupakan sejara , karena program ini nanti kita laporkan kepada pihak dinas dinas terkait agar bisa terselenggara, ujarBagus
.*Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *