Miris , Pasangan Suami Istri Dikeroyok Saudara Kandung

Surabaya,warnakotanews.com
Pasangan suami istri (pasutri) Hasan Oesman dan Puspa Dewi Gunawan, bertempat tinggal di Jalan Kalisari 2 babak belur dikeroyok saudaranya sendiri pasutri Hoesin Oesman dan Eliyana yang tinggalnya bersebelahan dengan rumah mereka.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) pengeroyokan itu terjadi di rumah Hoesin Oesman pada hari Minggu (26/11/2023) sekitar pukul 10.30 WIB, sehingga mengakibatkan Hasan Oesman dan Puspa Dewi Gunawan mengalami sejumlah luka dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS).

Kronologisnya menurut Puspa yakni dia dan suaminya Hasan pada saat itu ayahnya menyampaikan ke Puspa, kalau ayahnya ngak bisa jemput anak e kokomu ( kakak ) suruh kokomu yang jemput soalle ayahmu matae Ken katarak , usai ayahnya pulang .pesan sang ayah disampaikan ke Koko ( terlapor ) tiba tiba terlapor marah dan terjadilah perang mulut , baku hantam .
Lalu tiba-tiba lanjut Puspa, saudara Hoesin marah dan memaki dirinya dan suaminya. Karena merasa tidak terima, Puspa ikut berteriak kepada Hoesin yang memancing istrinya bernama Eliyana keluar dari dalam rumah dan ikut memaki-maki dia dan suaminya.

“Eliyana memukul saya dan sudah dilerai oleh suami saya. Tapi tanpa sengaja kalung di leher Eliyana tertarik tangan suami saya,” jelas Puspa, Senin (27/11/2023).

Eliyana sambung Puspa berupaya mengambil kembali kalung di tangan suaminya dengan cara menggigit jempol tangan kiri dan memukul pipi kiri suaminya.

Ia berusaha membela suaminya, tapi Hoesin menarik badannya sehingga tangan kirinya membentur kaca pintu.

“Kejadian pengeroyokan tersebut hari itu juga sudah saya laporkan ke Polsek Genteng dan diterima dengan baik oleh petugas SPKT,” tandasnya.

Puspa berharap polisi cepat menindaknjuti kejadian ini untuk menegakkan keadilan kepada dirinya dan suaminya.
Sementara itu Sugandhi, salah seorang saksi mata mengaku sewaktu datang ke TKP bersama teman-temannya, Pak Hasan sudah terkapar. Lalu urainya, Puspa tadi ke RS karena tangannya kena benturan pintu kaca.

“Saya sewaktu dikeroyok tidak tahu karena saya datang ketika ditelfon oleh mbak Puspa. Saya dan mbak Puspa adalah teman Gereja,” tutupnya.* Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *