Surabaya,Warnakotanews.com
Lebih dari Satu Berurusan dengan Hukum terkait Pembelian Apartemen Puncak Permai, yang sering digugat oleh konsumennya . Diantaranya
Dua orang perwakilan pembeli unit apartemen Puncak Permai, Dalam naungan managemen PT.Surya Bumi Megah Sejahtera (PT.SBMS), dihadirkan sebagai saksi fakta saat sidang diruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Kedua saksi yang dihadirkan pihak penggugat tersebut, yakni, Retno Susilowati dan Teguh Santoso mengungkapkan bahwa sama-sama mengaku telah membeli lunas beberapa unit apartemen, Yakni, Apartemen CBD daerah Wiyung, dan Puncak Permai Jalan Merr (Jalan Soekarno-Hatta) Surabaya.

“Saya beli sudah lunas, katanya tunggu sampai tahap 75 persen baru serah terima,”ujar Retno menjawab pada point pertanyaan pengacara Wihardadi kuasa hukum pihak penggugat. Rabu, (1/2).

Kemudian, Kuasa hukum konsumen Puncak Permai, Wihardadi melanjutkan pertanyaan kepada saksi Teguh Santoso, terkait saat beli apakah ada dijelaskan kapan serah terima, dan apakah ada ditunjukan perijinan-perijinan.

“Untuk saksi Teguh, apakah saudara membeli apartemen yang dibangun oleh tergugat (PT.SBMS), Apakah saudara saksi saat membeli itu dijelaskan kapan akan dilakukan serah terima, Apakah saudara saksi saat membeli itu ditunjukan perijinan-perijinan,”tanya pengacara paguyuban para pembeli, sebelumnya hal sama yang ditanyakan kepada saksi Retno.

“Ya, di CBD 2 unit di puncak Merr 1 unit, tidak, tidak,” jelas pembeli 3 unit apartemen yang 2 kali mengatakan tidak adanya dijelaskan soal kapan serah terima dan tidak ada ditunjukan perijinan.

Usai sidang ditutup oleh majelis hakim yang diketuai I Ketut Tirta, Dengan mendengarkan keterangan hanya 2 orang saksi fakta saja, Meski saksi ahli bernama Sahid Sutomo sempat dihadirkan dipersidangan, namun hakim menunda keterangan ahli untuk pada sidang berikutnya.

Pengacara Wihardadi dari law Firm memberikan pendapat kepada sejumlah wartawan soal dihadirkannya 2 orang saksi.

“Ya tadi sempat ditunda setelah pidana saksi kami dari jam 11 tadi sudah siap, tanggapan saya cukup puas walaupun ada penundaan saksi ahli kami tidak diperkenankan untuk diperiksa pada sore hari ini, saksi kami membeli di 2 lokasi dengan pembelian sama lunas di Puncak CBD sudah dilakukan PPJB, Nah yang menarik karena keterangan saksi kami tadi menjelaskan bahwa bangunan apartemen teehenti sejak 2019 perunit kurang lebih antara 300 sampai 400 juta , total penggugat pada perkara yang sedang disidangkan itu ada 69 rata-rata lunas semua,”ungkapnya dengan lanjut membeberkan jika Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) apartemen Puncak CBD, baru selesai diurus setelah apartement sedang proses pembangunan.

Untuk diketahui, Pihak penggugat yang berjumlah berkisar 60 an orang, atas selaku pembeli unit apartemen mengajukan gugatan di PN Surabaya, Karena beberapa tuntutan, bahwa tergugat (PT.SBMS pengembang apartemen puncak) dianggap telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (Onrechtmatige Overheidsdaad).

Dan menyatakan batal PPJB nomor yang ditandatangani penggugat untuk kemudian memperintahkan kepada Tergugat untuk mengadakan Perjanjian Pengitan Jual Beli (PPJB) dihadapan notaris, sesuai dengan Peraturan dan Undang-Undang yang berlaku sehingga sah menjadi sebuah Akta Otentik.

Menyatakan berakhir atau batal 2 surat kuasa yang ditandatangani penggugat, Menyatakan berakhir surat pesanan dan memerintahkan Tergugat untuk segera mengembalikan secara penuh dan seketika uang yang telah diserahkan kepada tergugat.

Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir Beslag) terhadap Aset-aset Tergugat berupa tanah terletak di Jl. Mayjen Sungkono 127, Surabaya.* Rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *