Surabaya ,warnakotanews.com
Keempat saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Suwati SH dari Kejari Surabaya , dintaranya
Saksi Moch Saiful Arif , Rukianto , Aril Bagus Santoso dan Slamet , kempat saksi mengenal terdakwa Budhi Suyasa tetapi tidak ada hubungan Keluarga.

Dalam fakta persidangan dengan ketua majelis Hakim Sutarno SH,MH,
Keterangan Luki dari perusahaan CV. Surya Pertiwi sebagai marketing dengan tugas menerima pesanan .

terdakwa Budhi Suyasa
dilaporkan sebagai penggelapan barang dan saksi tidak tahu caranya terkait penggelapn barang tersebut.

Ketika mendapat pesanan barang saksi menyerahkan ke Budhi Suyasa
baru Budhi Suyasa melaporan ke atasanya. Mengenai pembayaran yang diketahui saksi hanya menelpon ke konsumen apakah sudah dibayar apa belum .

Pada tahun 2020 banyak konsumen yang menelpon ke saksi kapan barangnya dikirim , memang PO sudah masuk tetapi tidak dilanjuti oleh gudang dan pembayaran belum dilakukan jadi barang tidak dikirim .

Sedangkan keterangan Saksi Aril bekerja di CV Pertiwi sebagai ITE dan saksi melakukan sebatas ITE dan melakukan pengecekan Imail .dan ada PO yang diimaikan dan ada Imail pribadinya yang di kirim ke email kantor .seharus Imail pribadi ke pribadi tidak boleh seharusnya secara prosedur .kecuali SBO .

Keterangan Saksi Slamet perusahaan CV sembilan Pilar Utama dan CV sembilan Pilar Indonesia yang melakukan pesanan .sejak kasus ini saksi di beritahu oleh Yanuar setelah dilakukan pengecekan ternyata tidak pernah memesan barang . Karena dari PO yang diperlihatkan kami itu tidak sesuai dengan PO kami . Jika kami memesan pastilah PO kami ini dari Citraland .tapi PO yang di cek bukan dari kantor kami , sedangkan alamatnya bukan kantor kami ,

Barang diorderkan fiktif yang diorderkan ke nama perusahaan yang digunakan oleh terdakwa senilai 200 juta . Tetapi Budhi Suyasa
ngak pernah koordinasi malah ada penagihan kantor, penagihan terjadi pada Dua Tahun yang lalu kurang lebih 200 juta dimana seolah olah ada barangnya tetapi tidak ada barangnya.mengenai perusahaan kami sampai sekarang aktif kalau ad proyek , Ujar Slamet pada wartawan.

Menurut keterangan Saksi Arif , menerangkan pada tahun 2020 terdakwa menyewa mobil untuk mengangkut Closset ke Ekspedisi untuk diantar ke Jalan Bongkaran, Dan sesuai prosedur saya diberi Surat jalan .

Setelah itu kita kirim dan kita mintakan stempel ekspedisi . Mengenai nominalnya saksi tidak tahu . Ujar Arif .

Atas keterangan Empat saksi terdakwa Budi Sariaseh membenarkn keteranganya dari Empat saksi .

Akibat perbuatan terdakwa Budhi Suyasa dari saksi saksi korban yang dihadirkan sehingga CV Surya Pertiwi Dirugikan Senilai 3,3 Milliar Sedangkan terdakwa dijerat oleh Jaksa Penuntut Umum dengan Pasal 372 KUHP

Perlu diketahui dalam surat dakwaannya menjelaskan, terdakwa Budhi Suyasa ini awalnya bekerja sebagai Kepala Sales Sanitary merk TOTO di PT Surya Pertiwi Tbk dengan gaji Rp. 8.300.000 perbulan.

Tugas dan tanggungjawabnya adalah mengawasi penjualan barang sanitary merk TOTO ke proyek agar memenuhi target penjualan dan membawahi sales-sales proyek,

Timbul niat jahatnya memiliki barang milik PT Surya Pertiwi Tbk secara ilegal, dengan cara membuat Purchase Order (PO) fiktif memakai nama CV Mudita, CV Rukun Jaya, PT Sembilan Pilar Indonesia, PT Sembilan Pilar Utama, PT Laila Kurnia Mulia Jaya, CV Laila Kurnia, CV Pakis Jaya, CV Cipta Nuansa, CV Setya Darma Teknik, CV Krisnajaya, CV Puri Surya Kusuma, PT Puri Suka Mandiri, CV Mulya Bangunan dan PT Tri Rejeki Makmur RI.

Seolah-olah perusahan-perusahaan tersebut melakukan pemesanan barang kepada PT Surya Pertiwi Tbk.

Selanjutnya oleh terdakwa Budhi Suyasa PO-PO fiktif itu diserahkan ke Emilia Siswanto, bagian admin proyek PT Surya Pertiwi Tbk untuk diterbitkan surat jalan dan dimasukkan kedalam system online sebelum dilakukan pengepakan dan pengiriman barang.

Tidak curiga, Emilia Siswanto memenuhi permintaan dari terdakwa Budhi Suyasa tersebut dengan cara mengirimkan pesan melalui alamat email lia@suryapertiwi.co.id ke email spgudang_sby@suryapertiwi.co.id yang memberitahukan tata cara pengambilan barang-barang yang dipesan oleh terdakwa Budhi Suyasa.

Berdasarkan email dari Emilia Siswanto ada tiga cara pengambilan barang sesuai DO fiktif dari terdakwa Budhi Suyasa yaitu, barang akan diambil sendiri oleh pemesan, barang agar dibawa ke kantor PT Surya Pertiwi Tbk kantor perwakilan Surabaya dan barang agar dikirim ke tempat tujuan sesuai dengan alamat yang tertera dalam pesan email, diantaranya, ke Pergudangan Bumi Maspion Gang 15 Blok D5-D6 Romokalisari Surabaya, ke Jalan Karang asem IV No. 67 G Surabaya, ke Jalan Dempo No. 2 Surabaya, ke Jalan Darmo Indah Timur III/K-3 No. 19 Surabaya, ke Jalan Taman Internasional 2 blok H No. 8 Surabaya, ke Jalan Demak Timur No. 28 Surabaya, ke Jalan Virgo No. 23 B Surabaya dan ke Jalan Baruk Brat IV/B 87 Surabaya.

Petaka terjadi, tanggal 31 Agustus 202, General Manager PT Surya Pertiwi Tbk, Januari Sukianto dikomplain CV Puti Surya Kusuma karena barang yang telah di order belum dikirim, padahal berdasarkan system administrasi dan accounting PT Surya Pertiwi ditemukan PO, Surat Jalan dan Faktur.

Menyikapi komplain tersebut, Januar Sukianto lantas mendatangi customer yang melakukan PO melalui terdakwa Budhi Suyasa untuk dikonfirmasi.

Hasilnya CV Puti Surya Kusuma ternyata tidak pernah melakukan order barang ke PT Surya Pertiwi Tbk dintaraya:
CV Pakis Jaya yang diwakili Ni Nyoman Pungkas Amiranti menyatakan pernah melakukan 5 kali PO kali ke PT Surya Pertiwi Tbk melalui terdakwa Budhi Suyasa dan membayar melalui cek Bilyet Giro (BG), sedangkan berdasarkan data PT Surya Pertiwi Tbk diketahui terdapat 28 kali PO yang menggunakan nama CV Pakis Jaya.

Sehingga terdapat 23 kali PO yang tidak pernah di pesan dan tidak pernah diterima oleh CV Pakis Jaya dengan nilai sebesar Rp. 485.170.675

Selain menemukan fakta CV Pakis Jaya tidak pernah menerima barang, diketahui pula dari 23 kali PO dicap dengan stempel palsu bukanlah stempel dari CV Pakis Jaya

CV Cipta Nuansa yang diwakili Direkturnya Michael Kristanto menyatakan pernah melakukan 3 kali PO ke PT Surya Pertiwi dengan nilai sebesar 31.940.975.

PT Laila Kurnia Mulia Jaya yang diwakili oleh Staff logisticnya Amru Ichwan menyatakan dari 15 kali PO dengan nilai sebesar Rp. 95.861.990.

CV Sembilan Pilar Utama yang diwakili oleh bagian Purchasingnya Slamet Riyanto menyatakan ada 13 kali PO dengan nilai sebesar Rp. 298.107.104 dan Rp. 254.349.865.

Setelah dilakukan audit dari Akuntan Publik Drs. Basri Hardjosumarto M.Si, AK dan rekan diperoleh nilai yang diduga kerugian dari PT Surya Pertiwi Tbk akibat kelakuan terdakwa Budhi Suyasa sebesar Rp. 3.324.759.164. * Rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *