Produk BPHTB Bapenda Pemkot Surabaya Diduga Tidak Syah

Surabaya, (warnakotanews.com)
Berdasarkan fakta hukum yang terungkap dan terurai , ditemukan kejanggalan dan keanehan, sebagai berikut ;

Bahwa BPHTB yang dibayar pada tanggal 23 Nofember 2014 calon pembeli Simon Efendi tidak tercantum nomer BPHTB ( nomer Validasi ) sehingga diduga produk BPHTB tersebut palsu .

Berdasarkan perwali nomer 28 tahun 2019 yang ditetapkan oleh Walikota tanggal 31 Mei 2019 , pasal 6 ayat 2 yang berbunyi ; Bukti pembayaran dinyatakan sah apabilah ada validasi dari Bank untuk dapat diterbitkan SSPD BPHTB.

Dari fakta hukum proses balik nama sertifikat Atas nama Simon Efendi yang dikeluarkan BPN Surabaya diduga tidak sah secara hukum, cacat hukum, atau cacat formal.

Akibat dari proses tersebut Wirjono Koesuma mengalami kerugian Dua rumah dengan alamat Jalan Lebak Jaya 3 Utara nomer 30 dan 30 A Surabaya, lenyap akibat dugaan oknum yang tidak bertanggung jawab di Bapenda Pemkot Surabaya Dan BPN Surabaya 2.

Harapan Wirjono Koesuma agar dilakukan pengembalian sertifat proses balik nama Atas kesalahan administrasi balik nama.

Hingga berita ini diberitakan pihak Istansi Bapenda dan BPN 2 Surabaya belum bisa dikonfimasi dan menunggu hasil pertemuan wali kota dengan pihak-pihak terkait* Rhy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *