Surabaya (www.warnakotanews.com) – Akibat ulah Tiga terdakwa Alexandro Maxi Hehakaya, Calvin Tutu Hatunewa dan terdakwa Muhammar Yusril Syaiful dari Sebelas sekolahan di bobol oleh ketiga terdakwa.

Hal ini terungkap di fakta persidangan Jaksa Penuntut Umum R.Tri SH menghadirkan beberapa saksi dipersidangan. Selasa,( 28 Juni 2022 ).

Diantaranya Yuli Kepala Sekolah SMP Santo Yosep di Jalan Joyoboyo No 18, Surabaya, dalam persidangan kasus ini terungkap ketika saya di kabari oleh Scurity yang jaga malam bahwa ruang bendahara Dalam keadaan terbuka .

Setelah saya lihat kedalam, ternyata barang-barang yang ada sudah dalam keadaan berantakan, ”melihat fakta seperti itu, lalu dirinya menelepon ke pihak yayasan untuk melaporkan kejadian pencuruian ini kepolisi setempat.

“Barang yang hilang adalah uang tunai sebesar Rp 80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) dan ATM senilai Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) , kejadian itu terjadi pada 30 Januari 2021,” lanjut Yuli.

Tak hanya itu saja, beberapa saksi yang lainnya juga memberikan keterangan yang sama. Namun bedah tanggal pencuriannya dan tanda di curi beberapa sarana prasarana seperti Leptop, Uang tunai dan komputer dan lain-lain. Itu pun, keterangan dari beberapa saksi di benarkan oleh terdakwa .

Perlu diketahui, waktu itu pada hari Kamis 25 November 2021 sekira jam 01.00 Wib, terdakwa Alexandro bersama-sama dengan terdakwa Calvin Tutu Hatunewa dan terdakwa Muhammad Yusril Bin Muhammad Syaiful boncengan sepeda motor menuju sasaran pencurian yaitu di SDN Made 1/475 tepat di Jalan Raya Made No. 311-33,Surabaya.

Setiba di lokasi sasaran mereka memanjat pagar sekolah dan masuk ke dalam ruangan sekolah dengan mencongkel pintu menggunakan obeng, lantas mengambil 1 unit laptop merk Asus warna putih, 1 unit laptop merk Acer warna hitam, 1 unit laptop merk Toshiba warna hitam dan 2 buah handphone warna hitam.

Esok harinya 3 unit laptop beserta 2 buah HP mereka jual dan hasil penjualannya dibagi sama rata untuk mereka bertiga, dalam hal ini SDN Made 1/475 mengalami kerugian sebesar Rp 15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

Jum’at 17 Desember 2021 sekira jam 01.30 wib, dengan cara yang sama ketiga terdakwa menggasak SMPN 12 Surabaya, tepat di Jalan Ngagel Kebonsari 1 Surabaya, mengambil barang berupa uang tunai sebesar Rp 66.560.000,- (enam puluh enam juta lima ratus enam puluh ribu rupiah).

Sabtu 08 Januari 2022 sekira jam 01.00 wib, ketiga terdakwa mendatangi sasaran SMPN 56 Surabaya. Disana mereka mengambil 1 unit laptop merk Lenovo, 1 unit laptop merk HP, 1 unit laptop merk Fujitsu, 1unit laptop merk Asus, dan uang tunai sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) Total kerugian sebesar Rp 24.000.000,- (dua puluh empat juta rupiah).

Minggu 09 Januari 2022 sekira jam 00.30 wib, ke SMP Taman Pelajar, Jalan Tangkis Turi, Surabaya, mengambil uang sebesar Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah).

Selasa 11 Januari 2022 sekira jam 01.00 wib, ke SDN Hangtuah 1, mengambil barang berupa 1 unit laptop merk Tosiba, 1 unit laptop merk HP, 1 unit laptop merk Axio, 1 unit kamera merk Canon, 1 buah stabilizer handphone, dan uang sebesar Rp 330.000,- (tiga ratus tiga puluh ribu rupiah), dengan Total kerugian sbesar Rp 17.368.000,- (tujuh belas juta tiga ratus enam puluh delapan ribu rupiah).

Kamis 13 Januari 2022 sekira jam 00.30 wib, ke Sekolah Kalam Kudus, Jalan Kupang Jaya No.138, Surabaya, dan mengambil barang berupa 1 unit laptop merk Lenovo, 1 unit laptop merk Acer, 1 unit laptop merk Toshiba dan 2 buah infocus, Kerugian yang dialaminya sebesar Rp 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah).

Kemudian mereka melakukan aksinya kembali, waktu itu hari Rabu 19 Januari 2022 sekira jam 01.00 wib, menuju SMP Hangtuah 1, mengambil uang sebesar Rp 12.000.000,- (dua belas juta rupiah).

Minggu 23 Januari 2022 sekira jam 00.30 wib, ke SMPN 19 Surabaya, mengambil 1 unit laptop merk HP Probook, 1 unit laptop merk Lenovo Thinkpad warna hitam, Kerugian sebesar Rp 14.000.000,- (empat belas juta rupiah).

Minggu 30 Januari 2022 sekira jam 01.30 wib, ke SMP Santo Yosep, Jalan Joyoboyo No.18, Surabaya, mengambil uang tunai sebesar Rp 81.666.880,- (delapan puluh satu juta enam ratus enam puluh enam ribu delapan ratus delapan puluh rupiah), 1 ATM Bank Mandiri dengan Saldo sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), 1 buah eksternal hardisk, dan 1 buah buku tabungan yang tertera nomor PIN ATM, Kerugian mencapai Rp 97.106.860,-

Sabtu 05 Februari 2022 sekira jam 01.30 wib, ke SDN Pacar Keling Jl Pacar Keling no 7 Surabaya, mengambil 3 buah laptop merk Acer, 1 unit kamera merk Sony, dan 1unit kamera merk Canon dengan kerugian sebesar Rp 68.407.000,- (enam puluh delapan juta empat ratus tujuh ribu rupiah).

Perbuatan terdakwa Alexsandro Maxi Hehakaya bersama-sama dengan Calvin Tutu Hatunewa, dan terdakwa Muhammar Yusril Syaiful diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (2) KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. @Rhy

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *